Vernakularisme Permukiman Kumuh di Tepi Sungai Musi

by

Adam Fitriawijaya

Program Studi Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya.

Abstrak

Permukiman kumuh merupakan lingkungan permukiman yang dihuni oleh sebagian besar masyarakat miskin dengan kondisi rumah tinggal yang tidak layak huni, tingkat kepadatan tinggi, bangunan yang tidak beraturan, sampai dengan fasilitas pelayanan umum dan infrastruktur yang masih di bawah standar pelayanan minimal. Permukiman kumuh di Kota Palembang mencapai 59 kelurahan, sebagian besar berada pada tepi Sungai Musi. Hunian ā€“ hunian pada permukiman kumuh tersebut rata-rata dibangun oleh masyarakat atau pemiliknya sendiri, tanpa perencanaan dan secara spontan (non professional), dengan metode konstruksi secara tradisional dan swadaya masyarakat. Kondisi masyarakat miskin dalam membangun, memperbaiki dan mengembangkan huniannya tersebut memunculkan karakter tertentu , baik dalam bentuk pola permukiman maupun bentuk huniannya (bangunan tunggal), dimana karakter terebut memiliki nilai ā€“ nilai vernakularisme. Hal ini kemudian berkaitan dengan cara hidup mereka, cara membangun, konsep kawasan atau teritorial, hubungan antara hunian dan pola permukiman, sehingga menjadi tolak ukur dalam mengidentifikasi permukiman kumuh tersebut. Salah satu faktor yang terdapat vernakularisme adalah tradisi masyarakat bermukim dan nilai ā€“ nilai ke-lokal-an yang dapat dikaji pada hunian, seperti bentuk dan ruang, pemanfaatan material lokal, dan metode konstruksi bangunan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan wawancara, melakukan survey lokasi, mengidentifikasi beberapa contoh hunian kumuh dan menyusun studi perbandingan. Lalu hasil kajian tersebut dapat menjadi pertimbangan dalam mengembangkan atau memperbaiki permukiman kumuh menjadi lebih manusiawi dan beridentitas.

Kata-kunci : vernakularisme, permukiman kumuh, hunian tepi sungai

Halaman GĀ 137-146
Download PDF :
IPLBI2016-G-137-146-Vernakularisme Permukiman Kumuh di Tepi Sungai Musi