Variasi Tinggi Bangunan dalam Konteks Kinerja Klimatik Bangunan Vernakular Pada Kampung Cikeusik

by

Marcus Gartiwa

Teknologi Bangunan, Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Langlangbuana
Korespondensi: mgartiwa@yahoo.com

https://doi.org/10.32315/ti.7.g068

Abstrak

Kearifan lokal dalam adaptasi klimatik pada masyarakat vernakular sudah banyak ditinggalkan oleh masyarakat modern terutama aspek kenyamanan termal  pada hunian, khususnya penggunaan pengkondisian udara mekanis yang mengkonsumsi energi relatif besar yang bersifat merusak lingkungan. Dengan demikian, penelitian yang mengembangkan kearifan lokal dalam pengkondisian lingkungan klimatik bangunan, yaitu mengidentifikasikan  variasi ketinggian panggung (kolong) bangunan terhadap kinerja klimatik bangunan, mendeskripsikan tingkat efektifitas  variasi ketinggian tersebut, mengembangkan potensi kearifan lokal dalam rancangan bangunan modern. Penelitian yangdilaksanakan dengan pendekatan deskriptif kuantitatif, dengan metoda pengumpulan data secara empirik. Lokasi penelitian adalah Kampung Cikeusik (Baduy Dalam), Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Provinsi  Banten. Adaptasi klimatik bangunan vernakular baduy yang memiliki iklim tapak; temperatur tinggi pada siang ari, relatid rendah pada malam malam serta kelembaban relatif tinggi, angin dingin (gunung) pada malam hari, angin lembah pada siang hari. Hal tersebut diatasi dengan variasi ketinggian panggung bangunan rumah tinggal dan saung dengan panggung sehingga memberi kemungkinan angin mengalir serta pembayangan yang luas pada siang hari.

Kata-kunci : variasi tinggi bangunan,kinerja klimatik,bangunan vernakular

Temu Ilmiah Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 7, G 068-074
Download PDF