Tipomorfologi Elemen Arsitektur Fasad Jalan Braga, Bandung

by

Ayu Ratih1, Muhammad Sani Roychansyah2

1 Program Studi Magister Desain Kawasan Binaan , Departemen Arsitektur dan Perencanaan, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada.
2 Departemen Arsitektur dan Perencanaan , Fakultas Teknik , Universitas Gadjah Mada.
Korespondensi: a3rtakratih@gmail.com

https://doi.org/10.32315/ti.7.j020

Abstrak

Jalan Braga, Bandung terkenal dengan bangunan dan kawasan cagar budaya. Sejarah kawasan ini dimulai sejak Daendels membuat Jalan Anyer – Panarukan. Tahun 1856, Bandung dikenal sebagai Kota Priangan sehingga kawasan menjadi ramai pendatang sekitar tahun 1910 terutama koloni Belanda yang banyak tinggal di sekitar Pedati Weg atau Jalan Braga. Kemudian area ini menjadi kawasan komersial dan sangat terkenal pada tahun 1918-1942. Thomas Karsten, 1931, mengumumkan peraturan karakter kawasan dan bangunan. Kawasan Braga sempat ditinggalkan tahun 1942 namun karakter bangunan tetap bertahan sesuai dengan peraturan tahun 1931. Penelitian ini mengamati elemen arsitektur pada tipologi fasad dan karakternya untuk mempertahankan area cagar budaya dan menjelaskan hubungan tipologi, morfologi, dan tipomorfologi kawasan. Metode penelitian adalah kualitatif rasionalistik dijelaskan dengan deskriptif. Sumber penelitian berasal dari observasi langsung (data primer) dan studi literatur (data sekunder). Secara singkat, tahun 1910 fasad bangunan berupa pemukiman, lahan kosong, dan lahan pertanian. Lalu tahun 1920-1942 kawasan berkembang pesat dengan fungsi komersial dengan langgam Indische dan Art deco. Akhirnya tahun 1998, diketahui Fasad bangunan telah mengalami modifikasi fasad untuk alasan keamanan.

Kata-kunci : tipomorfologi, koridor jalan, façade, cagar budaya, Jalan Braga Bandung

Temu Ilmiah Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 7, J 020-027
Download PDF