Tipologi Transformasi Ruang Bangunan Rumah Dome Pasca Bencana Gempa di Prambanan, Sleman, Yogyakarta

by

Dandi Raviandaru1, Muhammad Sani Roychansyah2

1 Mahasiswa Jurusan Magister Desain Kawasan Binaan, Afiliasi.
2 Dosen, Jurusan Teknik Arsitektur dan Perencanaan, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada
Korespondensi: dandiraviandaru20@gmail.com

https://doi.org/10.32315/ti.7.b001

Abstrak

Rumah dome yang berada di Indonesia ini merupakan relokasi hunian pasca gempa bumi besar yang terjadi di Yogyakarta pada tanggal 27 Mei 2006. Proyek pembangunan rumah dome ini dimulai pada bulan September 2006 untuk masyarakat nglepen yang dibangun di atas tanah kas Desa Sumberharjo. Berdasarkan faktanya maka perubahan ruang bangunan yang telah terjadi pada rumah dome dapat menjadi tipologi perubahan ruang bangunan. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kualitatif analisis deskriptif. Pendekatan metode analisis deskriptif juga dilakukan dengan cara pendekatan historis dan pemaparan yang nantinya akan membandingkan bagaimana kondisi awal terbangun hingga pada tahun-tahun mengalami penambahan. Penambahan fungsi ruang di luar bangunan rumah dome yang telah dilakukan oleh warga ditemukan sangat beragam. Penambahan ruang yang terjadi pada rumah dome ini terdapat 4 tipologi. Empat tipologi tersebut yaitu: (1) Tipologi Penambahan Fungsi Ruang Servis; (2) Tipologi Penambahan Fungsi Ruang Publik; (3) Tipologi Penambahan Fungsi Ruang Privat; dan (4) Tipologi Penambahan Fungsi Ruang Komersial. Dari seluruh tipologi tersebut, yang paling banyak mengalami penambahan adalah tipologi penambahan fungsi ruang servis dimana semua tipologi bersifat penambahan ruang untuk fungsi-fungsi yang berbeda.

Kata-kunci: Rumah Dome, Tipologi, Transformasi, Pasca Bencana Gempa, Yogyakarta

Temu Ilmiah Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 7, B 001-008
Download PDF