Teritorialitas Masyarakat Perumahan Menengah ke Bawah

by

Studi Kasus: Perumahan Sukaluyu, Cibeunying Kaler, Bandung

Tamiya M. Saada Kasman, Dewi R. Syahriyah, Sofian D. Ananto, M. Adib Widhianto

Program Studi Magister Arsitektur, Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan, Institut Teknologi Bandung

Abstrak

Aktivitas masyarakat serta interaksi sosial yang terjadi dalam lingkungan perumahan menjadi latar di balik munculnya ruang yang tidak terkotak-kotak, sehingga terjadi ketidakjelasan antara ruang privat dan ruang publik pada perumahan tersebut. Namun kebutuhan akan ruang dalam memenuhi segala aktivitas membentuk perilaku teritorialitas pada manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola serta pemahaman teritorialitas di perumahan menengah ke bawah dengan cara mengidentifikasi unsur ruang dan bentuk interaksi sosial masyarakat di lingkungan luar rumah berdasarkan tiga aspek teritori yang dilakukan, baik pada lingkup rumah sebagai teritori legal maupun lingkungan sekitar rumah. Metode pengumpulan data awal dilakukan melalui observasi langsung dengan sifat observasi non-participant, dan melakukan wawancara ke tokoh masyarakat. Kemudian pengambilan data selanjutnya menggunakan metode purposive sampling dalam pembagian kuesioner ke beberapa masyarakat tertentu yang melakukan ekspansi teritorial maupun masyarakat yang lahannya digunakan oleh orang lain untuk beraktivitas. Hasil analisis terdapat tiga pola umum ekspansi teritorial, yang pertama pola ekspansi yang dilakukan di batas teritori legal, kedua pola ekspansi di sisi luar batas teritori legal, dan yang terakhir pola ekspansi di koridor/gang sebagai teritori publik.

Kata-kunci : ekspansi, perumahan, teritorialitas

Halaman C 091-096
Download PDF :
TI2015-C-091-096-Teritorialitas Masyarakat Perumahan Menengah ke Bawah