Teritori pada Rumah Tradisional Mandar, di Desa Napo, Kecamatan Limboro, Kabupaten Polewali Mandar

by

Idham Munady Barlim1, Afifah Harisah2, Abdul Mufti Radja3

1,2,3 Lab. Teori, dan Sejarah Arsitektur dan Lingkungan Prilaku,Arsitektur, Teknik, Universitas Hasanuddin.
Korespondensi: imbarlim3@gmail.com

https://doi.org/10.32315/ti.6.i011

Abstrak

Palollor yang timbul di atas lantai pada rumah tradisional Mandar yang terindikasi sebagai sebuah sinyal teritori, sehingga terdapat keinginan untuk mengetahui teritori secara utuh rumah tradisional Mandar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teritori rumah tradisional Mandar. Teknik sampel yang digunakan adalah purposif, yaitu snowball. Teritori horisontal secara umum terbagi atas paceko dan samboyang terdapat hubungan publik-semi publik-pribadi, ada juga yang dari publik-pribadi. Setiap teritori memiliki identitas tertentu yang menjadi ciri dari sebuah teritori yaitu berupa perabot yang menggambarkan fungsi, dan pemilik teritori. Pengakses teritori rata-rata yaitu penghuni rumah. Sifat teritori ada yang permanen, semi permanen, dan tidak permanen. Teritori rumah tradisional Mandar memiliki privasi publik, semi publik, dan pribadi. Hirarki teritori rumah tradisional Mandar meliputi hubungan teritori publik dengan tertitori publik, teritori publik dengan teritori semi publik, teritori publik dengan teritori pribadi, teritori semi publik dengan teritori semi publik, teritori semi publik dengan teritori pribadi, dan teritori pribadi dengan teritori pribadi.

Kata-kunci : teritori, samboyang, rambang, naung boyang, hirarki

Temu Ilmiah Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 6, I 011-016
Download PDF