Temu Ilmiah IPLBI 2017 Universitas Malikussaleh Lhokseumawe

by

UNIVERSITAS MALIKUSSALEH
LHOKSEUMAWE
Temu Ilmiah IPLBI 2017

Prodi Arsitektur Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe
Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI)
Ikatan Arsitektur Indonesia (IAI) – Aceh

Temu ilmiah dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan interaksi dan komunikasi antara anggota, yang dapat mendorong terjadinya kegiatan pengembangan, akumulasi, penyebaran atau penerapan pengetahuan secara kolektif, kolaboratif, multi-perspektif dan sinergis, sehingga pembangunan lingkungan binaan di Indonesia dapat dilaksanakan lebih efisien (hemat waktu, tenaga dan biaya) dan efektif (memberikan hasil yang optimal).

Temu Ilmiah IPLBI diselenggarakan satu tahun sekali dan dilaksanakan bergantian pada perguruan tinggi atau institusi tempat anggota-anggota IPLBI berafiliasi. Temu ilmiah merupakan kegiatan kerjasama antara IPLBI dan kolaborasi beberapa perguruan tinggi tempat temu ilmiah diselenggarakan. Temu Ilmiah IPLBI 2017 diselenggarakan pada 14-15 Oktober 2017, dan merupakan kegiatan kerjasama Prodi Arsitektur Fakultas Teknik Universtas Malikussaleh, IPLBI dan IAI-Aceh.

Lingkungan Binaan Di Kawasan Rawan Bencana

Secara geomorfologi, Indonesia merupakan daerah pertemuan tiga lempeng tektonik yang sangat besar, yaitu lempeng Indo-Australia, Eurasia dan lempeng Pasific. Masing-masing lempeng ini bergerak sesuai dengan arahnya selama jutaan tahun. Misalnya lempeng Indo-Australia menabrak lempeng Eurasia di lepas pantai Sumatera, Jawa dan Nusa Tenggara, dan dengan bagian Pasific di utara Irian dan Maluku Utara. Pelepasan energi sesaat ini menimbulkan berbagai dampak terhadap bangunan karena percepatan gelombang seismik, tsunami, longsor, dan liquefaction.

Pertumbuhan penduduk yang terus meningkat berbanding lurus dengan kebutuhan tempat bermukim penduduk. Kurangnya daya tampung lingkungan permukiman yang layak bagi masyarakat memperluas terjadinya pemanfaatan lahan permukiman di kawasan yang tidak sesuai. Banyak kawasan rawan bencana yang digunakan sebagai kawasan permukiman. Data dari Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB) 2016 menunjukkan sebanyak 148,4 juta jiwa penduduk Indonesia menetap dan tinggal di daerah rawan gempa bumi, 5 juta jiwa di daerah rawan tsunami, 1,2 juta jiwa di daerah bahaya erupsi gunung api, 63,7 juta jiwa di daerah rawan banjir dan 40,9 juta jiwa di daerah rawan longsor.

Terdapat 386 kabupaten/kota berada di zona bahaya sedang hingga tinggi gempa bumi. Selanjutnya, ada 233 kabupaten/kota berada di daerah rawan tsunami, 75 kabupaten/kota terancam erupsi gunung api, 315 kabupaten/kota berada di daerah bahaya sedang-tinggi banjir, serta 274 kabupaten/kota di daerah bahaya sedang-tinggi bencana longsor. Sebanyak 92 persen bencana yang terjadi di Indonesia merupakan bencana hidrometeorologi (BNPB, 2016). Tahun 2016 telah terjadi 2.384 bencana dan jumlah ini meningkat dari 1.732 bencana  di tahun 2015. Peningkatan bencana disebabkan oleh faktor alam seperti perubahan iklim dan faktor antropogenik meliputi degradasi lingkungan, pemukiman di daerah rawan bencana, DAS kritis, urbanisasi, dan lainnya.

Masih terlintas bencana gempa dan tsunami yang melanda Aceh dan Nias pada 25 Desember 2004 silam, bencana besar ini merupakan bencana nasional terbesar yang dialami Indonesia pada saat itu. Merujuk berdasarkan  data dari BNPB (2005), 173.741 jiwa meninggal dan 116.368 orang dinyatakan hilang. Sementara ratusan ribu bangunan rumah dan sarana prasarana lainnya rusak dan hancur. Dibutuhkan belasan tahun bagi Aceh untuk membangun dan berbenah kembali kawasan lingkungan binaan yang luluh lantak akibat bencana nasional tersebut. Dan pada akhir 2016 yang lalu tepatnya  7 Desember 2016, bencana gempa juga melanda Aceh tepatnya di Kabupaten Pidie Jaya. sedikitnya 104 orang meninggal dunia akibat gempa ini, serta 43.529 masyarakat Pidie Jaya yang mengungsi. dan 11.730 rumah rusak akibat gempa. Selain itu, tercatat 105 unit ruko roboh, 14 masjid rusak berat, satu rumah sakit rusak berat, dan satu unit sekolah roboh (BNPB,2016).

Reaksi manusia terhadap bencana alam yang mungkin terjadi pada lingkungan binaannya adalah antara lain: dengan menghindar (avoidance), stabilisasi (stabilization), penetapan persyaratan keselamatan struktur bangunan (provision for safety in structures), pembatasan penggunaan lahan dan penempatan jumlah jiwa (limitation of land-use and occupancy occupancy) atau membangun sistem peringatan dini (establishment of early warning system). Dampak dari pasca bencana yang menjadi salah satu permasalahan utama adalah bagaimana melakukan pembangunan kembali lingkungan binaan yang tanggap terhadap bencana namun tetap dapat memberikan kenyamanan untuk hidup berdampingan dan bersahabat dengan lingkungan binaan tersebut.Serta memberikan kemakmuran kepada kehidupan masyarakatnya. `Keterlibatan peneliti dalam mengelaborasi lingkungan binaan pada kawasan rawan bencana sangat diperlukan guna memberikan manfaat keamanan dan keselamatan bagi masyarakat.

Dua kegiatan pilihan Temu Ilmiah IPLBI 2017 di Lhokseumawe:

  1. Temu Ilmiah sesi pembicara utama
    LINGKUNGAN BINAAN DI KAWASAN RAWAN BENCANA
    14 Oktober 2017 di Gedung  Academic  Convention Center  Universitas  Malikussaleh
    Jl. H. Meunasah Uteunkot Cunda, Muara Dua,  Kota Lhokseumawe.
  2. Study-tour dan Workshop DATARAN  TINGGI  GAYO
    diselenggarakan pada 15 Oktober 2017. Diselenggarakan di Aceh Tengah.

Temu Ilmiah IPLBI tidak membatasi diskusi temu ilmiah pada topik tertentu saja. Topik-topik yang terkait dengan bidang keilmuan di bawah ini dapat dipresentasikan dan didiskusikan pada Temu Ilmiah. Kategori bidang keilmuan:
(1) Arsitektur Lanskap
(2) Pengelolaan Pembangunan dan Pengembangan Kebijakan
(3) Perancangan Arsitektur
(4) Perencanaan dan Perancangan Kota
(5) Perencanaan Wilayah dan Perdesaan
(6) Perumahan dan Permukiman
(7) Sains dan Teknologi Bangunan
(8) Sejarah dan Teori Arsitektur/ Kota
(9) Sistem Infrastruktur Wilayah dan Kota
(10) Kategori Khusus/ Lainnya Terkait Lingkungan Binaan

Presentasi dan diskusi akan dikelompokkan berdasarkan topik-topik tertentu sesuai dengan artikel yang masuk. Tetapi, pada Temu Ilmiah IPLBI 2017 diskusi sesi pembicara utama akan fokus pada ‘Lingkungan Binaan di Kawasan Rawan Bencana’ dengan pembicara utama dalam bidangnya adalah:

  1. KhairulMunadi, S.T., M.Eng (Ka. UPT Mitigasi Bencana, UNSYIAH)
  2. Teuku Ivan, S.T., M.T., I. A. I (Ketua IAI Daerah Aceh)
  3. AdiSafyanYahya, S.T., M.Sc  (Dosen Prodi Arsitektur UNIMAL)

JADWAL KEGIATAN

Waktu Jadwal
1 Juli 2017 Awal penerimaan artikel lengkap
9 September 2017 Akhir penerimaan artikel lengkap
23 September 2017 Akhir pengumuman hasil telaah artikel
30 September 2017 Akhir pengumpulan artikel revisi
27 September – 6 Oktober 2017 Pembayaran peserta temuilmiah & study-tour
10 Oktober 2017 Pengumuman Rincian Acara
14 Oktober 2017 Temu Ilmiah
15 Oktober 2017 Workshop dan Study-Tour Dataran Tinggi Gayo – Takengon – Aceh Tengah

BIAYA PARTISIPASI

Penulis Artikel dan Peserta Temu Ilmiah
Profesional/Umum Rp.375.000
Mahasiswa S2/S3 Rp.275.000
Mahasiswa S1 Rp.175.000

Study-tour dataran tinggi Gayo
Rp.350.000

UNDANGAN MENULIS ARTIKEL ILMIAH

Artikel Temu Ilmiah ditulis dalam Bahasa Indonesia menggunakan templete yang telah siapkan dengan jumlah halaman genap (4, 6 atau 8), jumlah maksimal halaman adalah 8 (delapan) halaman. Artikel dikirim daring (klik di sini) atau ke alamat email: lhokseumawe@iplbi.or.id. dengan menyebutkan pilihan kategori artikel seperti tertulis di bawah ini.
(1) Arsitektur Lanskap
(2) Infrastruktur Wilayah dan Kota
(3) Pengelolaan Pembangunan dan Pengembangan Kebijakan
(4) Perancangan Arsitektur
(5) Perencanaan dan Perancangan Kota
(6) Perencanaan Wilayah dan Perdesaan
(7) Perumahan dan Permukiman
(8) Sains dan Teknologi Bangunan
(9) Sejarah dan Teori Arsitektur/ Kota
(10) Kategori Khusus/ Lainnya Terkait Lingkungan Binaan

Pengiriman daring melalui website temu ilmiah
https://temuilmiah.iplbi.or.id/pengiriman-artikel-temu-ilmiah-2017/

Pengiriman melalui email (hanya bila pengiriman daring melalui website temu ilmiah tidak berhasil)
lhokseumawe@iplbi.or.id

PARTISIPASI

Temu Ilmiah IPLBI dapat diikuti oleh siapa saja yang berminat, tetapi presentasi pada temu ilmiah hanya dapat diikuti oleh anggota IPLBI. Untuk menjadi anggota silahkan registasi di http://iplbi.or.id/registrasi/.

Pembayaran ditransfer ke rekening: Bank BNI cabang Lhokseumawe no. Rek 0176990198, atas nama Ibu Cut Azmah Fithri. Pendaftaran dan bukti pembayaran dikirim melalui
https://temuilmiah.iplbi.or.id/pendaftaran-temu-ilmiah-iplbi-2017/

Catatan: Pembayaran biaya partisipasi menjadi syarat sebagai peserta dan pemuatan artikel di prosiding.

PUBLIKASI

Semua artikel yang masuk dalam temu ilmiah akan diterbitkan secara daring, sedangkan prosiding hard-copy akan dicetak  bagi artikel yang disajikan dalam Temu Ilmiah.

KONTAK
Nova Purnama Lisa. (0813 6001 0727);
Muhammad Iqbal. (0811 6702 923)

DOWNLOAD
https://temuilmiah.iplbi.or.id/temu-ilmiah-iplbi-2017/