Teknologi Konservasi Air Masyarakat Pulau Kecil Mantehage di Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara

by

Linda Tondobala1, Rieneke L.E Sela2

Pusat Penelitian Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam/PPLH-SDA, LPPM, Universitas Sam Ratulangi.
Lab Perumahan dan Permukiman, Prodi PWK, Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Sam Ratulangi.
Korespondensi: lindtmt@yahoo.com

https://doi.org/10.32315/ti.6.b039

 Abstrak

 Pulau-pulau kecil umumnya memiliki keterbatasan sumber daya air. Ancaman kekeringan di Pulau Kecil Terluar Mantehage dapat diminimalisir dengan menyiapkan masyarakat yang mampu menge-lola risiko bencana. Menjaga ketersediaan air tanah dan melakukan pengelolaan air yang tepat sangat penting bagi pulau kecil. Iptek bagi Masyarakat/IbM melalui pelatihan teknologi konservasi air bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam melakukan konservasi air. Metode pelatihan meliputi FGD, peragaan, diskusi dan pelibatan aktif membuat lubang resapan biopori. Secara berjenjang kemampuan masyarakat ditingkatkan melalui 1) pemberian pengetahuantentang kerentanan pulau kecil dan peran air dalam kehidupan; 2) pemberian pemahaman tentang fenomena perubahan iklim dan sosialisasi mitigasi bencana; 3) identifikasi permasalahan bersama-sama; 4) peragaan dan konstruksi lubang resapan biopori secara partisipatif. Target khusus yang hendak dicapai yaitu masyarakat Desa Tinongko dapat mengelola air dengan membuat dan menggandakan lubang resapan biopori. Ketersediaan air tanah akan mengurangi krisis air dan memperbaiki kualitas air sekaligus menghadirkan lingkungan yang sehat, asri dan tangguh bencana.

Kata-kunci : kekeringan, konservasi air, biopori, pelatihan, pulau kecil

Temu Ilmiah Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 6, B 039-046
Download PDF