Taman Kota sebagai Cagar Budaya: Peluang dan Tantangan

by

Rully Besari Budiyanti

Jurusan Arsitektur Lanskap Fakultas Arsitektur Lanskap & Teknologi Lingkungan, Universitas Trisakti
Korespondensi: rully14besari@gmail.com atau rully@trisakti.ac.id

https://doi.org/10.32315/ti.7.a050

Abstrak

Taman kota sebagai salah satu elemen arsitektur kota dan fasilitas umum, tanpa kita sadari  memiliki nilai sejarah. Belum banyak para perencana, perancang maupun pengelola kota menyadari akan hal tersebut, sehingga tidak jarang taman kota yang memiliki nilai sejarah berubah wajah, bahkan berubah fungsi dan hilang tanpa meninggalkan jejak. Taman kota seringkali hanya dilihat sebagai elemen dekoratif kota, sehingga taman kota yang mempunyai kaitan kesejarahan, eksistensinya kurang dipertimbangkan. Kajian taman kota sebagai cagar budaya, belum banyak dilakukan,  sehingga merupakan peluang sekaligus tantangan untuk mengkaji. Metode asesmen digunakan untuk mengetahui terpenuhi tidaknya kriteria sejarah sebagai  taman yang memiliki nilai sejarah. Taman Suropati sebagai salah satu taman kota yang merupakan karya arsitek Belanda, ditemukan secara signifikan terpenuhi kriterianya sebagai taman yang memiliki nilai sejarah. Belum adanya undang-undang yang menyebutkan bahwa taman kota sebagai cagar budaya, menjadikan terjadinya beberapa perubahan disain dan fungsi Taman Suropati.

Kata-kunci: Kriteria sejarah, Metode asesmen, Taman kota

Temu Ilmiah Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 7, A 050-055
Download PDF