Study Tour dan Workshop Dataran Tinggi Gayo

by

Study Tour dan Workshop Dataran Tinggi Gayo
Temu Ilmiah IPLBI 2017
Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Aceh.

Dataran tinggi Gayo merupakan daerah yang berada disalah satu bagian punggung Bukit Barisan yang membentang sepanjang Pulau Sumatera. Secara administratif dataran tinggi Gayo meliputi wilayah Kabupaten Aceh Tengah dan kabupaten Bener Meriah serta kabupaten Gayo Lues. Tiga kota utamanya yaitu Takengon, Blang Kejeren dan Simpang Tiga Redelong.

Pada masa lalu daerah Gayo merupakan kawasan yang terisolir sebelum pembangunan jalan dilaksanakan di daerah ini. Gayo adalah nama suku asli yang mendiami daerah ini. Mayoritas masyarakat Gayo berprofesi sebagai Petani Kopi. Varietas Arabika mendominasi jenis kopi yang dikembangkan oleh para petani Kopi Gayo. Produksi Kopi Arabika yang dihasilkan dari Tanah Gayo merupakan yang terbesar di Asia. Daerah penghasil kopi terbesar di Asia dan kedua di dunia ini, kini sedang bangkit dari keterpurukannya akibat bencana gempa beberapa tahun lalu.

Kabupaten Bener Meriah merupakan kabupaten termuda dalam wilayah Provinsi Aceh, yang merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Aceh Tengah, Kabupaten ini berdiri pada tanggal 25 Februari 2004 yang memisahkan diri dari kabupaten Aceh tengah. Berdasarkan undang- undang No. 41 tahun 2003 tanggal 18 Desember 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Bener Meriah di Provinsi Aceh. Keanekaragaman budaya karena banyaknya suku bangsa yang secara bersama hidup di wilayah ini, menambah khazanah tersendiri. Bener Meriah, didominasi oleh suku Gayo, sehingga di daerah ini masih tetap tegak budaya leluhur yakni adat Gayo, yang keberadaannya masih terus dipertahankan.

Kegiatan study tour ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran kepada masyarakat mengenai tentang tapak tilas sejarah perkembangan budaya serta  arsitektur tradisional Gayo saat ini sehingga dapat meningkatkan pemahaman akan pentingnya mempertahankan dan meneruskan peninggalan budaya serta khazanah arsitektur tradisional Gayo.

TUJUAN

Kegiatan dilaksanakan bertujuan untuk
1. Memberikan gambaran sejarah tradisional suku Gayo yang ada di DataranTinggi Aceh tengah
2. Melihat kondisi kehidupan masyarakat di sekitar kawasan pegunungan  Dataran Tinggi Gayo
3. Melihat kondisi fisik pemukiman tradisional suku asli Gayo
4. Melihat pengaruh bangunan tradisional terhadap lingkungan binaan pada kawasan rawan bencana
5. Menambah pemahaman akan pelestarian budaya dan arsitektur tradisional Gayo dalam kehidupan sehari-hari

TARGET PESERTA

Peserta yang diharapkan mengikuti study tour dan workshop ini adalah :
a. Pemerintah daerah khususnya di Wilayah Aceh Utara dan sekitarnya
b. Peserta Temu Ilmiah IPLBI 2017
c. Mahasiswa dalam segala jenjang, baik itu S1, S2 dan S3;
d. Para peneliti dan pemerhati masalah arsitektur tradisional dan budaya;
e. Organisasi, lembaga swadaya masyarakat atau komunitas budaya; serta
f. Masyarakat umum.

Peserta yang ditargetkan mengikuti kurang lebih sebanyak 100 (seratus) orang.

WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN
Kegiatan study tour dan workshop Dataran Tinggi Gayo di Aceh Tengah
Tempat berkumpul : Gedung Prodi Arsitektur Universitas Malikussaleh (Jl. Samudera, Lancang Garam, Kota Lhokseumawe)
Tempat pelaksanaan : Dataran Tinggi Gayo Aceh Tengah
Hari/tanggal : Minggu, tanggal 15 Oktober 2017
Waktu : 07.00 – 18.00 WIB.

PELAKSANAAN

Pelaksanaan study tour dan workshop ini terbagi dua :
a. Pemaparan sejarah Kota Bener Meriah, oleh Pemda setempat.
b. Pemaparan objek bangunan dan situs yang akan dikunjungi yang telah ditentukan oleh Panitia.

OBJEK KUNJUNGAN

Objek yang akan dikunjungi adalah jejak tapak tilas awal perkembangan kota Bener Meriah dan Takengon di antaranya :
a. Bangunan Rumah Tradisional Gayo
b. Situs Goa Moyang Datu
c. Danau Laut Tawar Takengon
d. Kebun Kopi Seladang

PEMATERI/PEMANDU 
– M.Eka Saputra (Staf Pemda Bener Meriah)
– Sadikin (Seladang Owner)

SUSUNAN ACARA KEGIATAN

Waktu Kegiatan Lokasi
07:00-07:30 Makan pagi Gedung Prodi Arsitektur Universitas Malikussaleh
07:30-07:45 Materi pengantar Gedung Prodi Arsitektur Universitas Malikussaleh
08:00-09:00 Perjalanan menuju Gunung Salak Lhokseumawe
09:15-10:00 Kajian Arsitektur 1 Puncak Gunung Salak Aceh Utara
10:15-11:30 Perjalanan menuju Dataran Tinggi Gayo Bener Meriah
11:45-12:30 Kajian Arsitektur 2 Temu Ramah dengan Pemda Bener Meriah
Mini Workshop: Rehab-Rekon. Kawasan Rawan Bencana Gedung Pendopo Bupati Bener Meriah
12:45-13:30 Perjalanan menuju Takengon Takengon
13:45-15:00 Perjalanan menuju Dataran Tinggi GAYO Takengon
Makan siang di Tepi Danau Laut Tawar Takengon
ISHOMA Takengon
15:15-15:45 Kajian Arsitektural 3. Aritektur Tradisional- Rumah Tradisional Gayo Takengon
16:00-16:30 Kajian Arsitektur 4 Situs Goa Moyang Datu
Merupakan Situs Sejarah Asal Usul Masyarakat Tradisional Gayo Takengon
16:45-17:30 Perjalanan menuju Kebun Kopi Seladang Bener Meriah
17:30- 19:30 Perjalanan menuju kembali ke Lhokseumawe Lhokseumawe
19:30-20:00 Penutup dan Makan Malam Lhokseumawe

TATA TERTIB
Untuk kelancaran pelaksanaan study tour dan workshop, seluruh peserta yang mengikuti kegiatan harus mengikuti tata tertib sebagai berikut :
1. Wajib mengikuti seluruh tahap kegiatan yang sudah direncanakan.
2. Peserta menyiapkan peralatan/perlengkapan sesuai arahan panitia study tour dan workshop.
3. Peserta yang mendapatkan sertifikat adalah peserta yang mengikuti semua sesi dalam kegiatan ini.
4. Berpakaian rapi, sopan, tidak diperkenankan menggunakan sandal selama kegiatan berlangsung.
5. Menandatangani daftar hadir pada saat registrasi.
6. Menjaga keamanan, kebersihan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung.
7. Tidak merokok selama kegiatan berlangsung.
8. Hal-hal lain yang belum terdapat dalam tata tertib ini akan diatur lebih lanjut.