Strategi Perencanaan Museum Berbasis Bencana Alam

by

Andriyatna Hanief Munajat1, Tri Widianti Natalia2

1,2 Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, UNIKOM.
Korespondensi: munajatandriyatnahanief@gmail.com

https://doi.org/10.32315/ti.7.c015

Abstrak

Bencana alam merupakan salah satu bentuk tragedi yang sangat menakutkan bagi orang-orang yang mengalaminya, begitu pun bagi keluarga atau orang terdekat yang kehilangan sanak saudara mereka. Gempa bumi dan gunung erupsi merupakan dua bencana yang sering terjadi di Indonesia setelah longsor. Hal tersebut merupakan peringantan agar kita waspada terhadap bencana. Salah satu bentuk kewaspadaannya adalah dengan mendirikan museum-museum berbasis bencana alam, selain untuk mengenang para korban bencana dan menghormati sanak saudara korban, juga sebagai penggugah kewaspadaan kita terhadap bencana. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengidentifikasi karakteristik Museum Berbasis Bencana Alam, yang terkait dengan pemilihan lokasi tapak, sirkulasi, benda-benda koleksi, serta aktivitas dan kegiatan di dalamnya. Selain itu, tujuan lainnya adalah untuk memberikan gambaran/ide strategi dalam merancang sebuah museum berbasis bencana alam. Metode penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif, dengan membandingkan dua jurnal sejenis. Hasil penelitian menunjukan bahwa lokasi tapak untuk Museum berbasis bencana alam harus aman dari bencana namun tetap mempertimbangkan makna peringatan. Sirkulasi yang digunakan diantaranya sirkulasi vertikal dan horizontal. Benda-benda koleksi museum harus sesuai dengan makna peringatan bencana. Aktivitas dan kegiatan di dalam kedua museum mampu mewadahi aktivitas belajar dengan cara inspiratif dan eksploratif terhadap ilmu kegunungapian dan gempa bumi.

Kata-kunci: Museum Bencana, Gempa Bumi, Gunung Api.

Temu Ilmiah Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 7, C 015-022
Download PDF