Strategi Low Vision terhadap Karakteristik Hambatan Spasial di Ruang Terbuka Publik Kota Bandung

by

Sally Octaviana

Kelompok Perancangan, Teknik Arsitektur, SAPPK, Institut Teknologi Bandung

Abstrak

Ruang terbuka publik sebagai fasilitas sosial memiliki responsivitas yang bermakna demokratis karena harus dapat diakses tanpa hambatan (barrier free) oleh semua kelompok sosial termasuk para difabel dan memberikan pilihan bagi penggunanya. Ruang seharusnya mengakomodasi aktivitas masyarakat perkotaan dari berbagai kelompok sosial (equitable space). Penelitian ini dimaksudkan untuk memahami bagaimana low vision menggunakan strategi untuk mengantisipasi hambatan spasial dalam pergerakan mereka di ruang terbuka publik. Tujuannya adalah mengetahui jenis – jenis hambatan yang dihadapi oleh low vision ketika berada atau menggunakan ruang terbuka publik dan strategi (coping) mereka dalam menghadapi hambatan tersebut. Hal ini berkaitan dengan keterbatasan low vision dalam memproses informasi lingkungan (kemampuan kognitif) untuk keperluan mobilitas dan orientasi diri dalam ruang terbuka publik di perkotaan. Penelitian ini merupakan bagian dari tema disertasi dari wawancara mendalam tentang persepsi mereka terhadap karaktersitik spasial ruang terbuka publik di Bandung dari. Data yang dikumpulkan dari pengalaman low vision akan dijelaskan secara tekstural.

Kata-kunci : low vision, hambatan spasial, strategi coping

Halaman 59-63
Download PDF:
TI2013 02 p059-063 Strategi Low Vision terhadap Karakteristik Hambatan Spasial