Sistem Struktur Rumah Adat Barat Rattenggaro

by

Cindy F. Tanrim, Mellisa Stefani Y, Cynthia K, Wenny Stefanie, Jessica Wijaya L

Sejarah dan Teori Arsitektur/kota, Prodi Arsitektur, Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Kristen Petra.

Abstrak

Rumah adat dari Sumba Barat yang dikenal dengan rumah menara, dibagi menjadi 3 bagian yaitu bagian bawah (kali kambunga), bagian tengah atau (uma dei), dan bagian atas (uma deta). Ketiga bagian ini memiliki sistem struktur yang saling terintegrasi dari pondasi hingga sistem struktur atapnya sehingga rumah adat Uma ini dapat berdiri dengan bentuk yang unik dan menjadi bagian dari warisan kebudayaan masyarakat Sumba Barat. Terutama rumah adat Sumba Barat yang berada di pesisir pantai, yang memiliki atap yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan Sumba Barat di daerah pegunungan. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui keseluruhan sistem struktur rumah Adat Sumba Barat di daerah pesisir pantai (Ratenggaro) dari pondasi hingga atapnya serta penerapannya dengan dengan material dan tenaga lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah eksplorasi pustaka dengan menggunakan literatur dari buku dan jurnal. Dari data-data yang ada, ditemukan bahwa sebagian besar struktur utama rumah adat ini menggunakan join sendi dan elemen stabiltas pada atap yang tinggi menggunakan bracing horisontal dan bracing vertikal. Diharapkan dari hasil penelitian ini, sistem struktur rumah adat di Ratenggaro dapat diterapkan pada arsitektur modern sehingga terjadi perkembangan arsitektur nusantara. Selain itu, hal ini juga diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi kaum muda dan menjadi kebanggaan bagi bangsa ini.

Kata-kunci: Struktur, Rumah Adat, Rimah Menara, Sumatra Barat, Rattengaro

Halaman 7-12
Download PDF:
TI2014 C p007-012 Sistem Struktur Rumah Adat Barat Rattenggaro