Sistem Seting Permukiman Masyarakat Pulau Bunaken

by

Judy Obet Waani1, Alvin J. Tinangon2, Oktavianus H. A. Rogi3

Lab. Teori, Sejarah dan Kritik Arsitektur/Teori Arsitektur/Arsitektur dan Perilaku, Program Studi Arsitektur/Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik/Universitas Sam Ratulangi.
Studio Perancangan/Studio Perancangan/Perancangan Arsitektur, Program Studi Arsitektur/Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik/Universitas Sam Ratulangi.
Lab. Perencanaan Kota/Perencanaan Kota/Kebijakan Publik, Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota/Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik/Universitas Sam Ratulangi.

https://doi.org/10.32315/ti.6.i069

Abstrak

Pulau Bunaken terletak di Kota Manado dengan beberapa pulau lainnya yaitu Pulau Siladen dan Pulau Manado Tua. Pulau-pulau ini merupakan gugusan pulau-pulau yang berada di Provinsi Sulawesi Utara seperti Pulau Nain, Mantehage, Lembe, Lihaga yang terletak pada wilayah administrasi Kabupaten Minahasa Utara dan Bitung. Gugusan pulau ini menggambarkan tentang pentingnya mengembangan studi dan keilmuan pada wilayah kepulauan di Indonesia pada umumnya dan Sulawesi Utara dan Kota Manado pada khususnya. Peneltian ini menggunakan paradigma rasionalistik metode kualitatif. Hasil penelitian menyatakan bahwa masyarakat Pulau Bunaken membentuk sistem seting yang berasal dari sistem aktivitas yang terdiri dari aktivitas mata pencaharian, aktivitas kemasyarakatan, aktivitas upacara adat dan aktivitas keagamaan. Aktivitas mata pencaharian terdiri dari nelayan, petani negri, pegawai swasta, tukang, pedagang yang terdiri pedagang kecil dan asesoris pariwisata. Aktivitas keagamaan masyarkat Pulau Bunaken terdiri dari masyarakat pemeluk agama Kristen dan agama Islam. Pemeluk agama Kristen beraktivitas setiap minggu melaksanakan aktivitas ibadah di rumah untuk ibadah kaum bapa, kaum ibu dan sekolah minggu bagi anak-anak. Ibadah di gereja dilaksanakan setiap minggu pada pagi, siang dan malam hari. Bagi pemeluk agama Islam, melaksanakan kegiatan sholat lima waktu adalah kegiatan keseharian mereka. Aktivitas ini sering dilaksanakan di rumah ataupun di masjid. Selain itu juga masyarkat muslim melaksanakan aktivitas lain seperti aktivitas pengajian, puasa, Lebaran, Idul Adha. Aktivitas kemasyakatan merupakan kegiatan sosial seperti arisan di rumah, pertemuan PKK dan posyandu di kelurahan. Aktivitas upacara adat seperti acara kerkawinan dilaksanakan di halaman rumah dan aktivitas adat Tulude bagai masyarakat Sanger Talaud.

Kata-kunci : seting, aktivitas, permukiman

Temu Ilmiah Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 6, I 069-072
Download PDF