Ruang Pusaka Saujana Danau Toba

by

Wahyu Utami1, Andalucia2

1,2 Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara
Korespondensi: wahyuutami2013@gmail.com

https://doi.org/10.32315/ti.7.a056

Abstrak

Danau Toba dan kalderanya merupakan serpihan alam Pulau Sumatera yang sering dikenal sebagai pembentuk pulau dalam pulau yaitu Pulau Samosir.  Kedua bagian alam tersebut telah membentuk komunitas Batak sebagai masyarakat utama Pulau Samosir dan sekitarnya dengan beragam kharakter masyarakat yang menghuninya.  Kekayaan alam dan budaya kawasan Danau Toba dalam sejarah panjangnya telah membentuk pusaka saujana yang merupakan bentukan rangkaian alam dan aktivitas masyarakat yang saling mendukung.  Interaksi alam dan masyarakat yang telah berlangsung lama dengan periode-periode terntu mengalami perubahan menjadikan fragmen-fragmen tersebut layak untuk dipahami sebagai sesuatu sistem pusaka saujana Danau Toba. Oleh karena itu, pada tulisan ini diuraikan ruang-ruang pembentuk pusaka saujana Danau Toba yang saat ini rentan akan kerusakan, baik kerentanan pada fisik lingkungan alamnya maupun budaya masyarakatnya yang terkontaminasi oleh kepentingan pariwisata massal. Perubahan demi perubahan mulai terjadi di kawasan Danau Toba baik dalam kurun waktu pembentukan komunitas maupun dalam periode pengembangan kawasan sebagai kawasan pariwisata saat ini.  Tujuan dari tulisan ini adalah melihat ruang pusaka saujana dari aspek arsitektur dan perencanaannya sebagai bagian dari pengembangan pariwisata yang saat ini sedang dikembangkan di Kawasan Danau Toba. Penelusurannya dilakukan dengan metode grounded research yang memberikan gambaran adanya perubahan harus selalu disikapi dengan menyeimbangkan kondisi terbaru yang tetap melihat nilai ruang kawasan dan budaya.

Kata-kunci : ruang, pusaka, saujana, nilai

Temu Ilmiah Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 7, A 056-063
Download PDF