Ruang Publik pada Permukiman Padat Kota di Kawasan Pesisir

by

Faizah Mastutie(1), Suridjadi Supardjo(2), Racmat Prijadi3)

(1)Perumahan dan Permukiman, Budaya dan Perilaku, Arsitektur, Teknik, Universitas Sam Ratulangi.
(2)Perancangan Arsitektur, Estetika, Arsitektur,Teknik, Universitas Sam Ratulangi.(3)Perancangan Arsitektur, Studio Arsitektur, Arsitektur, Teknik, Universitas Sam Ratulangi.
Abstrak

Penelitian ini bertolak dari permasalahan kurangnya ruang publik pada permukiman padat kota di wilayah pesisir pantai kota Manado, yang dikhawatirkan dapat menimbulkan berbagai masalah sosial kemasyarakatan. Konflik sosial yang kerap kali terjadi di beberapa permukiman padat di pesisir pantai beberapa tahun terakhir (percekcokan antar tetangga, perkelahian, panah wayer dan lain sebagainya) bukan tidak mungkin merupakan efek jangka panjang dari kurangnya ruang publik di lingkungan tersebut. Peneltian ini mencoba mengkaji tentang keberadaan ruang publik di lingkungan permukiman padat kota pesisir. Beberapa hal yang akan dilakukan dalam penelitian ini adalah : 1). Mengidentifikasi aktivitas warga di tengah keterbatasan lahan di lingkungan hunian mereka. 2). Menggali potensi fisik dan sosial yang masih dimiliki masyarakat untuk dapat dikembangkan melalui kegiatan-kegiatan yang partisipatif (pemberdayaan) dan 3). Mendesain ruang publik (penerapan desain) yang sesuai dengan karakteristik lingkungan dan masyarakat di lingkungan tersebut. Selain menghasilkan desain model ruang publik yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik masyarakat, penelitian ini juga menguji cobakan dan mengembangkan model pemberdayaan masyarakat dalam proses desain, pembangunan dan pemeliharaan. Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Place dan Person Centred Mapping (salah satu metode dalam penelitian perilaku) dan phsical traces.

Kata kunci : masyarakat, perilaku, permukiman, pesisir, ruang publik

Halaman G 197-202
Download PDF :
IPLBI2016-G-197-202-Ruang Publik Pada Permukiman Padat Kota di Kawasan Pesisir-0