Ruang Hunian dalam Perspektif Komunitas Ammatoa Kajang Sulawesi Selatan

by

Mimi Arifin

Lab. Permukiman dan Perumahan, Program Studi PWK-Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin

Abstrak

Ruang hunian selama ini secara sederhana diartikan sebagai ruang yang dihuni atau ditempati seperti rumah tinggal, walaupun secara lebih luas dapat berarti lebih kepada suatu sistim lingkungan binaan tertentu. Tujuan penelitian adalah untuk memahami perspektif komunitas tradisional tentang ruang hunian khususnya Komunitas Ammatoa Kajang Dalam yang terletak di Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba Propinsi Sulawesi Selatan. Metode yang digunakan adalah fenomenologi dengan analisis heuristik. Hasil penelitian adalah: ruang hunian bagi komunitas Amma-toa Kajang Dalam merupakan ekspresi dan perwujudan dari nilai, norma dan ide serta perilaku penghuninya. Ruang hunian adalah ruang yang terbentuk oleh rasa kepemilikan baik secara fisik maupun non fisik terhadap tempat milik pribadi ataupun bersama yang mewadahi aktivitas kehidupan sehari-hari dan temporal. Ruang terbentuk secara fisik (rumah dan lingkungan) dan non fisik berupa hubungan (rasa kepemilikan, kebutuhan dan keberfungsian) yang kesemuanya mendukung sistem keberlangsungan kehidupan kelompok.

Kata kunci: Komunitas Ammatoa Kajang, Perspektif, Ruang Hunian

Halaman 25-30
Download PDF:
TI2013 06 p025-030 Ruang Hunian dalam Perspektif Komunitas Ammatoa Kajang Sulawesi Selatan