Refleksi Pemenuhan Kebutuhan Hunian Transien di Perkotaan: Kasus Tipologi Lokasi Hunian Sewa Mahasiswa di Kota Bandung

by

Allis Nurdini*

Kelompok Keahlian Perumahan dan Permukiman, Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan, Institut Teknologi Bandung

Abstrak

Kebutuhan akan fasilitas hunian di perkotaan berkembang pesat seiring dengan laju pertumbuhan penduduknya. Salah satu fasilitas hunian yang terus meningkat kebutuhannya di perkotaan adalah hunian sewa, yang hadir dalam transaksi pasar hunian sebagai alternatif dari hunian berstatus milik. Pasar hunian sewa membuka alternatif pilihan kualitas dan harga, sehingga konsumen dapat membuat keputusan berhuni sesuai dengan tingkat kebutuhan dan keterjangkauan ekonominya. Proses pertumbuhan dan perkembangan hunian sewa saat ini di perkotaan sepenuhnya diserahkan pada mekanisme pasar, sehingga berpotensi menimbulkan masalah keterjangkauan berhuni, pengabaian hak konsumen, dan penurunan kualitas lingkungan karena tidak adanya pengaturan lokasi serta kewajiban yang mengikat para penyedia untuk turut memelihara kualitas lingkungan. Makalah ini memaparkan dampak dari mekanisme pasar terhadap produk persebaran ruang permukiman khususnya hunian sewa, melalui kasus hunian sewa mahasiswa di Kota Bandung. Peneliti menyimpulkan pentingnya pengaturan kebijakan ruang permukiman khususnya lokasi bagi pemenuhan hunian transien di perkotaan.

Kata-kunci: hunian sewa, lokasi, perkotaan, tipologi, transien

Halaman 33-36
Download PDF:
TI2012-04-p033-036 – Refleksi Pemenuhan Kebutuhan Hunian Transien di Perkotaan