Re-Orientasi Nilai-nilai Signifikan Pusaka dalam Pelestarian Kawasan

by

Zya Dyena Meutia1, Roos Akbar2, Denny Zulkaidi3

1 Mahasiswa Program Doktor Perencanaan Wilayah dan Kota, SAPPK, Institut Teknologi Bandung.
2,3 Supervisor, Perencanaan Wilayah dan Kota, SAPPK, Institut Teknologi Bandung.
Korespondensi: dyenameutia@gmail.com

https://doi.org/10.32315/ti.7.h024

Abstrak

Kajian dan penelitian mengenai pusaka di wilayah perkotaan telah banyak dilakukan, tetapi belum banyak yang membahas lebih mendalam karakteristik nilai-nilai signifikan pusaka sebagai pertimbangan dalam pelestarian pusaka perkotaan. Selama ini dalam pelestarian pusaka acapkali diukur dari nilai historis, estetika, sosial dan pengetahuan yang melekat pada bentuk-bentuk fisik dari masa lalu dengan syarat harus memiliki nilai autentisitas dan integritas. Signifikansi kultural sebuah tempat dinilai dengan pertimbangan berbagai nilai setiap tempat harus dilestarikan dan berkarakteristik baik. Menjadi sebuah permasalahan ketika dalam menentukan dan melestarikan objek sebuah kawasan sebagai pusaka tidak dilihat secara komprehensif dan utuh. Nilai-nilai pusaka yang melekat hanya dipertimbangkan dari karakteristik positif dan baik sehingga banyak peristiwa luar biasa yang berdampak negatif seperti konflik dan bencana alam maha dahsyat akan dilupakan untuk generasi mendatang. Penelitian ini bermaksud meneliti keterkaitan nilai-nilai dari dimensi dark side di kawasan pusaka perkotaan sebagai bahan pertimbangan dalam melestarikan sebuah objek dan tempat sebagai pusaka dengan mengambil kasus pada kawasan pasca bencana di Banda Aceh. Penelitian ini akan menggunakan metode kualitatif karena nilai-nilai signifikan kultural merupakan sebuah konstruksi sosial sehingga dibutuhkan pemahaman yang lebih mendalam. Untuk mendapatkan data, penelitian akan menggunakan wawancara mendalam dengan pedoman, observasi langsung, serta pemetaan berdasarkan tempat-tempat yang diduga berpotensi dilestarikan menjadi pusaka.

Kata-kunci : nilai-nilai signifikan, pusaka, dark side, kawasan, pelestarian

Temu Ilmiah Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 7, H 024-029
Download PDF