Re-development Ruang Publik di Ubud, sebagai Usaha Peningkatan Kualitas Lingkungan

by

I Gde Banyu Priautama

Mahasiswa Program Magister Arsitektur, Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK), Institut Teknologi Bandung.

Abstrak

Kondisi ruang publik yang terdapat di Kawasan Pariwisata Ubud saat ini memiliki fungsi yang kurang optimal. Hal ini disebabkan oleh alih fungsi lapangan sewaktu-waktu (sebagai lahan parkir & sarana event), sehingga kondisinya semakin tidak terawat. Hal ini berdampak pada munurunnya minat orang-orang untuk menggunakan ruang publik ini. Ruang Publik ini terletak di posisi strategis, dimana berada di tengah kawasan Pariwisata Ubud dan berada diantara dua objek wisata utama di Ubud, tetapi tidak menyebabkan area ruang publik yang berupa Lapangan ini berpengaruh besar terhadap perkembangan pariwisata Ubud maupun kehidupan masyarakat lokal. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui harapan dari wisatawan serta warga lokal terhadap pengembangan (Re-development) Lapangan Ubud sebagai ruang publik, yang diharapkan akan mampu mengangkat kualitas lingkungan di kawasan pariwisata Ubud. Arah pengembangan akan disesuaikan dengan ke-butuhan dan harapan orang-orang yang berada di lingkup kawasan Ubud dan wisatawan yang pernah/akan berkunjung ke Ubud. Untuk mengetahui konsep pengembangan ruang publik ini maka dilakukan penelitian mengenai ruang publik seperti apa yang diinginkan yang disebarkan kepada masyarakat lokal Ubud serta beberapa orang yang mengetahui dan pernah berkunjung ke Ubud. Hasil responden akan menjadi pedoman dasar dalam menentukan fungsi apa yang akan dikembangkan dan menjadi patokan dalam perencanaan dengan juga memperhitungkan konteks Urban di dalamnya karena hal ini akan terkait dengan ruang terbuka publik sebagai linkage kawasan.

Kata-kunci : ruang publik, pengembangan, pariwisata, ubud

Halaman C 057-060
Download PDF :
IPLBI2016-C-057-060-Re-development Ruang Publik di Ubud