Proses Perubahan Ruang Akibat Konflik

by

Studi Kasus: Kawasan Kampung Bajo Sulawesi Selatan

Syahriana Syam(1), Syahrianti S(2)

(1)Lab. Teori dan Sejarah Arsitektur, Arsitektur, Program Studi Arsitekturi, Fakultas Teknik Arsitektur, Universitas Hasanuddin.
(2)Lab. Penyiaran, Sosiologi, Komunikasi dan Penyiaran, Program Studi Dakwah dan Komunikasi, Fakultas Ushuluddin, STAIN Watampone.

Abstrak

Proses perubahan ruang dalam arsitektur akibat konflik kepentingan, belum banyak diteliti, sehingga arsitektur dijadikan tolak ukur untuk memahami kualitas, menandai kepemilikan atau kekuasaan suatu kelompok terhadap ruang. Dengan studi kasus konflik kepentingan pada kawasan Kampung Bajo, dan menerapkan metode rekonstruksi lahan, di temukan proses perubahan ruang dan dampaknya  pada masyarakat. Pada penelitian ini akan menyempurnakan teori tentang deskripsi proses perubahan ruang secara arsitektur akibat konflik kepentingan. Temuan tentang metode penelitian inter-disiplin, menjembatani ilmu arsitektur dengan ilmu penunjangnya ( sosiologi, psikologi, antropologi dll). Peran arsitektur akan menunjang suatu konsep alternative dalam proses perubahan ruang akibat konflik kepentingan, serta penataan ruang yang mengalami perubahan secara dinamik dan multi dimensi.

Kata kunci : Konflik, Kampung Bajo, Perubahan, Ruang

Halaman B 141-146
Download PDF :
TI2015-B-141-146-Proses Perubahan Ruang Akibat Konflik