Profile Gated-Community di Denpasar

by

Ngakan Putu Sueca*, Luh Raka Diana Fitriani**

Laboratorium Perumahan dan Permukiman/Arsitektur/Urban Housing, Jurusan /Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik/Universitas Udayana
** Alumni Program Magister Arsitektur/Jurusan /Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik/Universitas Udayana

Abstrak

Sebagai salah satu kota metropolitan di Bali, Denpasar menarik bukan hanya bagi wisatawan tetapi juga bagi investor dan para migran dari berbagai daerah bahkan dunia. Migrasi kedalam yang cukup tinggi menyebabkan Denpasar semakin padat dan sesak. Denpasar telah beraglomerasi dengan berbagai daerah kabupaten di sekitarnya membentuk kawasan metropolitan. Seiring dengan hal ini, berbagai masalah muncul termasuk semakin sulitnya untuk menemukan tempat bermukim yang aman, nyaman, lestari dan berkualitas. Hal ini memunculkan suatu fenomena baru di kota ini dimana tumbuh konsep masyarakat berpintu (gated-community). Hal ini menarik untuk dikaji mengapa fenomena ini terjadi dan bagaimana karakteristik gated-community di Denpasar. Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif menggunakan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui teknik observasi serta wawancara terstruktur yang kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat variasi permukiman berpintu di Denpasar, dilihat dari berbagai karakteristiknya. Seperti halnya permukiman berpintu lainnya, privasi, kenyamanan, keamanan, citra ekslusif merupakan beberapa hal utama yang dicari penghuni ketika memilih tinggal pada permukiman sejenis ini.

Kata-kunci: gated-community, privasi, teritori

Halaman 45-48
Download PDF:
TI2012-04-p045-048 – Profile Gated-Community di Denpasar