Prinsip-prinsip Pemilihan Material Bangunan Tradisional Bugis (Berdasarkan Pendapat Panrita Bola dan Panre Bola)

by

Syarif(1), Ananto Yudono(2), Afifah Harizah(1), Moh. Mohsen Sir(1)

(1)Labo Teori, Sejarah Arsitektur dan Lingkungan Perilaku, Departemen Arsitektur, Fakultas Tenik Universitas Hasanuddin.
(2)Labo Perencanaan dan Perancangan Kota, Departemen PWK, Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin.

Abstrak

Arsitektur tradisional Bugis sebagai bangunan berpanggung, dibangun dengan sistem teknologi tepat guna yang sederhana; masih dapat disaksikan kekokohannya di setiap perkampungan Suku Bugis di Sulawesi Selatan. Penggunaan material kayu menjadi elemen utama dalam pembangunannya. Metode pemilihan material didasari pengetahuan tradisional, yang telah menjadi nilai kearifan lokal (local wisdom). Tujuan penelitian ini untuk menemu-kenali makna-makna tata cara pemilihan material arsi-tektur bangunan tradisional Bugis. Metode penelitian secara kualitatif deskriptif dan eksploratif, tek-nik pengumpulan data yaitu wawancara tidak terstruktur terhadap nara sumber (panrita bola dan panre bola), sebagai data primer dan manuskrip lontara sebagai data skunder; disertai teknik sampling insedental dan purposive. Hasil analisis memperlihatkan bahwa pemilihan material-material arsitektur tradisional Bugis, dilaksanakan secara alami dan didasari selektifitas (quality control) yang tinggi, dengan pertimbangan ‘makna’ dan ‘kekuatan’ struktural dari material tersebut. Berdasarkan pendapat atau pengetahuan tradisional dari ‘panrita bola’dan panre bola.’

Kata kunci : material, arsitektur tradisional, bugis, panrita bola

Halaman I 123-130
Download PDF :
IPLBI2016-I-123-130-Prinsip-prinsip Pemilihan Material Bangunan Tradisional Bugis(Berdasarkan Pendapat Panrita Bola Dan Panre Bola)