Pola Spasial Permukiman Tertinggi Lereng Merapi Cerminan Kearifan Lokal

by

Wiwit Setyowati, Didik N. A. Nugradi

Kelompok Keilmuan Teori, Sejarah dan Pengetahuan Sosial, Prodi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang.

Abstrak

Permukiman tertinggi Lereng Gunung Merapi adalah Dusun Pelemsari. Tetapi saat ini kondisi Dusun
sudah tertimbun debu dan pasir vulkanik dari Letusan Gunung Merapi yang terjadi pada tahun 2010.
Dusun ini memegang teguh Ritual, Tradisi dan Budaya sejak permukiman ini terbentuk. Hal ini
tercemin pula pada pola spasial permukimannya. Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan
gambaran deskriptif-ideografis pola spasial permukiman tertinggi lereng Gunung Merapi yang
merupakan cerminan dan kental akan kearifan lokal masyarakat. Penelitian dilakukan dengan
pendekatan kualitatif-naturalistik. Dari penelitian terlihat bahwa pola spasial Dusun Pelemsari
terkumpul dalam satu Dusun sedangkan tanah garapan berada di luar Dusun yaitu berada di wono
Merapi yang merupakan hutan kelola masyarakat yang berada di sebelah Utara dan Barat Dusun.
Pola spasial ini terbentuk karena budaya mugut yang dilakukan masyarakat.

Kata-kunci : kearifan lokal, lereng merapi, mugut, permukiman, pola spasial

Halaman G 107-110
Download PDF :
IPLBI2016-G-107-110-Pola Spasial Permukiman Tertinggi Lereng Merapi Cerminan Kearifan Lokal