Pola Perubahan Rumah ‘Subsidi’ dan Dampaknya bagi Kenyamanan Penghuni

by

Faizah Mastutie(1), Suridjadi Supardjo(2), Racmat Prijadi(3)

(1)Perumahan dan Permukiman, Budaya dan Perilaku, Arsitektur, Teknik, Universitas Sam Ratulangi.
(2)Perancangan Arsitektur, Estetika, Arsitektur, Teknik, Universitas Sam Ratulangi.
(3)Perancangan Arsitektur, Studio Arsitektur, Arsitektur, Teknik, Universitas Sam Ratulangi.

Abstrak

Pemerataan pembangunan merupakan hal yang penting diperhatikan oleh pemerintah, karena setiap manusia (masyarakat) memiliki hak yang sama tanpa membedakan status sosial ekonomi, termasuk hak untuk memiliki rumah tinggal yang sehat dan nyaman. Olehnya itu hingga saat ini pemerintah terus berupaya untuk menyediakan rumah ‘subsidi’ yang notabene dianggap sudah layak (sehat dan aman) bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah. Akan tetapi kenyataan menunjukkan bahwa bagi masyarakat dengan kondisi ekonomi mengengah ke bawah tersebut, rumah sehat dan nyaman nyaris sulit dipenuhi. Hal yang paling lazim terjadi adalah seiring dengan tuntutan kebutuhan ruang mendorong penghuni melakukan perilaku adjustment (penyesuaian) dengan merubah kondisi rumah asli. Akan tetapi baynyak bukti berkembang bahwa perubahan rumah yang terjadi umumnya justru menjadikan rumah cenderung tidak sehat, misalnya ; 1). Pencahayaan yang masuk ke dalam ruang tidak cukup, 2). Penghawaan yang tidak mengalir, 3). Tidak adanya halaman (ruang terbuka) yang memadai dan notabene menyebabkan tidak ada resapan air hujan, dan lain sebagainya. Jika hal ini dibiarkan bukan tidak mungkin dapat berdampak pada menurunnya kualitas kehidupan penghuni. Fokus dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola perubahan rumah tinggal ‘subsidi’ dan dampaknya bagi kenyamanan penghuni ditinjau dari aspek fungsi dan aspek perilaku.

Kata-kunci : kinerja, penghuni, pola perubahan, rumah

Halaman G 191-196
Download PDF :
IPLBI2016-G-191-196-Pola Perubahan Rumah ‘Subsidi’ dan Dampaknya Bagi Kenyamanan Penghuni-0