Physical Milieu Ruang Komunal Desa Adat (Pakraman) Tenganan Pegeringsingan Bali

by

Wanita Subadra Abioso

Mahasiswa S3, Sejarah Teori dan Kritik Arsitektur, Program Studi Arsitektur, Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan, Institut Teknologi Bandung.

Abstrak

“Ruang Komunal” Desa Adat (Pakraman) Tenganan Pegeringsingan Bali, mewadahi beragam kegiatan yang dapat dibedakan menjadi kegiatan ritual yang terdiri atas ritual adat dan keagamaan, serta kegiatan non ritual yang terdiri atas kegiatan keseharian dan turisme. Ruang komunal desa yang bersifat crescive, yaitu tumbuh selama bertahun-tahun tersebut, telah menunjukkan persistensinya apabila ditinjau dari aspek physical milieu. Melalui penelitian ini akan diungkap apakah persistensi ruang komunal desa Tenganan Pegeringsingan hanya merupakan pengejawantahan physical milieu semata yang selama ini dikenal sebagai konstelasi yang bersifat fenomena non behavioral atau disebut pula sebagai soma (body as distinct from mind) dari suatu behavior setting. Ataukah tersimpan makna dan nilai-nilai lain dalam physical milieu yang menjadikan ruang komunal bersangkutan demikian persisten.

Kata-kunci: non ritual, physical milieu, ritual, ruang komunal, Tenganan Pegeringsingan

Halaman 67-71
Dowload PDF:
TI2014 A p067-071 Physical Milieu Ruang Komunal Desa Adat (Pakraman) Tenganan Pegeringsingan Bali