Perubahan Tipologi Rumah Tinggal Belanda di Kawasan Cagar Budaya Kota Baru Yogyakarta Mengancam Identitas Kawasan

by

Van Basten Maria Fernandes Koy1, Quintiliano Fernandes Soares2

1,2 Program Studi Magister Arsitektur, Fakultas Arsitektur dan Desain, Universitas Kristen Duta Wacana,Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo No. 5 – 25 Telp +62 274 563929 ext. 504
Korespondensi: vanbasten0511@gmail.com,quibo.senizu@gmail.com

https://doi.org/10.32315/ti.7.j074

Abstrak

Daerah Kota Baru di Yogyakarta selama ini dikenal sebagai kawasan yang bangunannya bercirikan kolonial. Rumah berarsitektur Belanda dengan pilar raksasa berjajar di ruas-ruas jalan Kota Baru ditetapkan sebagai Kawasan Cagar Budaya dengan SK Gubernur DIY No. 186/KEP/2011. Bangunan rumah tinggal yang ada di Kawasan Cagar Budaya Kota Baru berarsitektur Indis dengan tapak/halaman yang luas. Namun saat ini bangunan-bangunan tersebut banyak yang berubah baik fungsi maupun bentuk bangunannya. Perubahan tersebut memberi dampak negatif kepada kelestarian karakteristik kawasan Kota Baru yang awalnya merupakan kawasan permukiman Belanda. Perubahan tersebut beresiko pada hilangnya makna dari sejarah Kota Baru. Studi dari penilitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perubahan tipologi bangunan kolonial Belanda dilihat dari fungsi dan bentuknya. Metode pengumpulan data dengan observasi, survei lokasi dan wawancara. Metode analisis dengan mengolah data hasil survei yang didapatkan, dengan menggunakan tiga parameter Vitruvius tentang tipologi Arsitektur. Hasil penelitian digunakan untuk pelestarian kawasan cagar budaya Kota Baru.

Kata-kunci : Tipologi, Kawasan Cagar Budaya dan arsitektur kolonial.

Temu Ilmiah Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 7, J 074-082
Download PDF