Perubahan Ruang Bermukim Masyarakat Transmigrasi dan Lokal di Poros Jalan Utama pada Kampung Dayak di Ensaid Panjang

by

V. Pebriano

Kelompok Keilmuan Sejarah, Teori, dan Kritik Arsitektur, Mahasiswa Program Doktor Arsitektur, Institut Teknologi Bandung.

Abstrak

Perubahan ruang bermukim terjadi pada dua kelompok permukiman, yakni permukiman transmigrasi dan permukiman tradisional Dayak. Semula keduanya merupakan dua kelompok ruang bermukim terpisah jarak yang relatif jauh. Untuk menuju ke permukiman itu ada akses jalan sepanjang 7 km dari jalan negara mengarah ke Rumah Panjang masyarakat Dayak. Jalan itu menjadi sumbu utama permukiman sekitarnya. Awalnya akses tersebut masih relatif sulit karena fisik jalan berupa tanah dan rawa dari hasil pembukaan isolasi hutan. Dalam perkembangannya fisik jalan jadi lebih baik, akses makin terbuka dan mudah. Artikel ini membahas perubahan ruang bermukim dua kelompok masyarakat yang dipicu perubahan fisik jalan. Pembahasan didasarkan penelitian lapangan (field research). Caranya adalah mengumpulkan data kondisi ruang bermukim dahulu dan terkini dari pengamatan lapangan dan wawancara masyarakat kedua kelompok. Tujuannya untuk mengetahui faktor perubahan sebagai bagian pengetahuan budaya bermukim. Perubahan jalan berpengaruh pada cara berpikir ruang bermukim kedua kelompok masyarakat dan rona lingkungan bermukim.

Kata-kunci : dayak, kelompok, permukiman, perubahan, transmigrasi

Halaman G 099-106
Download PDF :
IPLBI2016-G-099-106-Perubahan Ruang Bermukim Masyarakat Transmigrasi