Perubahan Morfologi Kawasan Seturan, Yogyakarta

by

Gyvano Halim1, Muhammad Sani Roychansyah2

1 Mahasiswa Magister Desain Kawasan Binaan, Departemen Arsitektur dan Perencanaan,Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
2 Dosen Magister Desain Kawasan Binaan, Departemen Arsitektur dan Perencanaan,Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
Korespondensi: gyvanoh@gmail.com

https://doi.org/10.32315/ti.7.j037

Abstrak

Kawasan kota berkembang seiring dengan kebutuhan lahan yang berdampak pada pola dan jaringan kawasan. Isu-isu terkait kawasan dapat ditinjau dengan melihat perkembangan morfologi kawasan yang dapat ditinjau dari struktur kawasan, jaringan dan pergerakan. Kawasan di Indonesia pada umumnya mengalami perubahan dari lahan hijau menjadi area terbagun seperti yang terjadi di kawasan Seturan, Caturtunggal, Depok, DIY. Seturan merupakan kawasan dengan tingkat perekonomian yang tinggi  serta tingkat kepadatan yang cukup tinggi sehingga membuatnya mengalami perubahan. Perkembangan Kawasan Seturan dipengaruhi oleh meningkatnya jumlah penduduk yang melanjutkan studi di Yogyakarta dengan menghadirkan berbagai kampus, bangunan hunian dan komersil.

Penelitian ini membahas morfologi Kawasan Seturan dengan tujuan mengetahui perubahan serta fator-faktor penyebab perkembangan Seturan berdasarkan periodisasi. Metode yang digunakan adalah penjabaran periodesasi yang terlihat secara morfologi perkembangannya. Temuan dari  penelitian menunjukkan bahwa dalam perkembangan kawasan Seturan, urbanisasi, pengembangan jaringan jalan dan perubahan guna lahan menjadi penyebab berubahnya kawasan menurut periodesasi yang berdampak pada bentuk morfologi kawasan.

Kata-kunci : jalan, kawasan seturan, kepadatan, morfologi

Temu Ilmiah Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 7, J 037-043
Download PDF