Pertumbuhan Permukiman di Pinggiran Kota Semarang

by

June Ekawati1, Gagoek Hardiman2, Edward E. Pandelaki3

1 Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Yos Soedarso Surabaya, Indonesia.
2,3 Program Doktor Ilmu Arsitektur dan Perkotaan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia.
Korespondensi: juneekawati@gmail.com

https://doi.org/10.32315/ti.7.d027

Abstrak

Dalam pertumbuhan kota-kota metropolitan, penduduk kota akan cenderung bergeser dari inti kota (urban core) ke pinggiran (urban fringe). Fenomena pertumbuhan permukiman di kawasan pinggiran kota menyebabkan kota berkembang tanpa batas, acak dan tak terkendali (urban sprawl). Penelitian ini mengambil lokasi di pinggiran Kota Semarang dengan menggunakan deskriptif kualitatif dan analisis SWOT. Analisis SWOT ini diperlukan untuk untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan dari Pertumbuhan Permukiman yang terjadi di Pinggiran Kota Semarang yang nantinya akan menentukan daerah mana yang paling feasible untuk menjadi lokus penelitian selanjutnya. Setelah melalui tahap identifikasi pertumbuhan lahan permukiman dan tingkat bahaya banjir di lingkungan permukiman di pinggiran Kota Semarang, perlu dicermati bahwa walaupun Kecamatan Genuk memiliki tingkat bahaya banjir dengan kategori sangat tinggi, ternyata tingkat pertumbuhan luas lahan permukimannya paling tinggi di Kota Semarang dengan rata-rata pertumbuhan pada rentang waktu 1994 sampai 2005 adalah sebesar 2,76%  per tahun. Dari hasil analisis SWOT didapatkan kondisi bahwa kekuatan, kelemahan dan peluang lebih banyak akan dialami oleh masyarakat, sedangkan lingkungan dan pemerintah kota lebih mengalami kelemahan dan tantangan dari pertumbuhan permukiman di pinggiran Kota Semarang tersebut..

Kata-kunci : Permukiman, Pinggiran kota, analisis SWOT

Temu Ilmiah Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 7, D 027-035
Download PDF