Pertimbangan Pemilihan Titik-Titik Temu Transportasi Publik

by

Teungku Nelly Fatmawati

Program Studi Magister Rancang Kota, SAPPK, Institut Teknologi Bandung.

Abstrak

Konsep transportasi terbentuk karena adanya proses pergerakan (movement) atau perpindahan manusia dan barang dari titik asal (origin) ke titik tujuan (destination). Pergerakkan tersebut timbul dikarenakan adanya pertimbangan akan kepentingan dan kegiatan publik yang tidak berada hanya di satu titik, melainkan dibanyak titik. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui korelasi antara pe-milihan titik temu atau nodes peletakan transportasi publik dengan alasan atau pertimbangannya. Masyarakat Jakarta dipilih menjadi responden penelitian karena tingginya pergerakkan dan aktivitas. Penelitian ini menggunakan metode grounded theory, dengan pengumpulan data secara kualitatif, melalui online – survei berupa kuesioner. Hasilnya, ditemukan adanya kecendrungan responden me-milih 5 (lima) titik prioritas peletakan, yaitu perkantoran, institusi pendidikan, bandara/pelabuhan, komersial dan hunian, dengan alasan kelimanya merupakan titik aktivitas publik, jangkauan jauh dari transportasi publik dan memiliki mobilitas yang tinggi.

Kata-kunci : masyarakat jakarta, pemilihan titik temu, pertimbangan pemilihan, transportasi publik

Halaman E 129-136
Download PDF :
IPLBI2016-E-129-136-Pertimbangan Pemilihan Titik-Titik Temu Transportasi Publik