Persepsi Praktisi dan Akademisi terhadap Penerapan Teknologi BIM di Arsitektur

by

Irfan Irwanuddin(1), Aswin Indraprastha(2), Hanson E. Kusuma(2)

(1)Program Studi Magister Arsitektur, SAPPK, Institut Teknologi Bandung
(2)Kelompok Keilmuan Perancangan Arsitektur, SAPPK, Institut Teknologi Bandung.

Abstrak

Pada skala global ataupun di Indonesia, tidak dapat dipungkiri bahwa urgensi untuk mengadaptasi teknologi BIM akan semakin menguat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap bagaimana perspektif para akademisi maupun praktisi di bidang arsitektur terhadap teknologi BIM. Studi pendahuluan yang bersifat kualitatif ini menggunakan metode pengumpulan data dengan kuesioner yang dibagikan kepada pihak – pihak yang berkaitan dengan bidang arsitektur. Hasil analisis awal yang bersifat kualitatif digunakan untuk membuat klasifikasi antara responden praktisi dan akademisi terhadap teknologi BIM. Responden yang mengenal BIM cenderung menyatakan bahwa BIM merupakan software yang efisien, informatif, integratif, kolaboratif, komunikatif, dan sulit diadaptasi. Responden yang tidak mengenal BIM menyebutkan beberapa software CAD dan alasan penggu-naannya, seperti familiaritas, fitur, kemudahan, kesederhanaan, kecepatan dan popularitas. Dari hasil analisis, ditemukan bahwa praktisi lebih cenderung memahami BIM dibandingkan akademisi.

Kata-kunci : akademisi, BIM, praktisi

Halaman H 167-172
Download PDF :
IPLBI2016-H-167-172-Persepsi Praktisi dan Akademisi Terhadap Penerapan Teknologi BIM di Arsitektur