Persepsi Masyarakat terhadap Keberadaan Ruang Binaan Pesisir

by

Studi Kasus: Kawasan Ujung Blang Lhokseumawe

Nova Purnama Lisa

Perencanaan dan Perancangan Kota.Behavior Environment Architecture dan Desain, Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Malikussaleh.

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan identifikasi keberadaan ruang binaan pada kawasan pesisir di kawasan pesisir pantai Ujung Blang di kota Lhokseumawe, melalui persepsii masyarakat dengan parameter atribut fisik dan atribut sosial. Kawasan pesisir Ujung Blang ini merupakan kawasan pemukiman padat pada perkotaan. Keberadaan ruang binaan pada kaswasan pesisir ini secara kualitas lingkungan nilainya masih belum cukup baik. Kawasan pesisir ini memiliki fungsi ganda yaitu sebagai pantai area wisata dan juga sebagai area pukat darat para nelayan setempat. Penelitian ini menggunakan metoda analisis kualitatif dengan teknik pengambilan data secara langsung melalui observasi, wawancara dan kuesioner. Hasil dari analisa data di peroleh bahwa persepsi masyarakat terhadap ruang binaan pesisir dinilai cukup baik. Artinya proses kognisi yang diterima terhadap konsisi ruang binaan yang dirasakan menghasilkan persepsi yang berbeda pula. Ada beberapa masyarakat merasa nyaman dengan lingkungan kotor pesisir yang penuh sampah denga presentase 4,35%. Kelompok usia dewasa 35 -55tahun, secara kognisi akan lebih mudah mengartikan persepsi yang dirasakannya terhadap ruang binaan yang ada.

Kata-kunci : pesisir, persepsi, pemukiman, social atibute, phsycal attribute

Halaman B 109-116
Download PDF :
TI2015-B-109-116-Persepsi Masyarakat terhadap Keberadaan Ruang Binaan Pesisir