Persepsi Masyarakat Kota Terhadap Penyelenggaraan Fasilitas Mesin Parkir Elektronik

by

Fairuz Nabilah1, Angela Christysonia Tampubolon2

1 Magister Rancang Kota/Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan/Institut Teknologi Bandung.
2 Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Kristen Petra, Surabaya.
Korespondensi: fainabilah@yahoo.com

https://doi.org/10.32315/ti.7.i001

Abstrak

Peningkatan aktifitas di dalam suatu kota yang berkembang turut berperan pada peningkatan intensitas kendaraan masuk ke kota tersebut. Seseorang yang beraktifitas dengan membawa kendaraan akan menyimpan kendaraannya di suatu tempat untuk sementara waktu. Keberadaan tempat parkir kendaraan semakin dibutuhkan seiring meningkatnya aktifitas masyarakat. Melihat fenomena ini, Pemerintah Kota Bandung meluncurkan fasilitas Mesin Parkir Elektronik untuk mengelola parkir bagi masyarakat yang tidak bisa parkir di dalam bangunan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana pandangan masyarakat terhadap fasilitas baru tersebut. Untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang terkait, maka dilakukan penelitian kualitatif dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner daring. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat cukup tertarik dengan hadirnya Mesin Parkir Elektronik sebagai fasilitas yang mendukung ketertiban parkir di kota. Masyarakat lebih banyak menilai kehadiran fasilitas tersebut secara positif. Fasilitas ini dianggap memiliki manfaat yang maksimal, mendukung kenyamanan dan keamanan, penggunaannya mudah, dan cara pembayarannya jelas. Walaupun pandangan dari sisi negatif tidak dominan, beberapa pendapat menilai fasilitas ini tidak praktis, mekanismenya sulit, tarifnya mahal, dan berisiko.

Kata-kunci : fasilitas, kota, mesin parkir

Temu Ilmiah Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 7, I 001-005
Download PDF