Persepsi dan Respon Masyarakat terhadap Desain Batas Perumahan Berpagar

by

Wendi Isnandar(1), Tin Budi Utami (2)

(1)Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Mercu Buana Jakarta.(2)Kelompok Keilmuan Kota dan Pemukiman, Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Mercu Buana Jakarta.

Abstrak

Perencanaan batas Perumahan/Komunitas Berpagar pada umumnya dibuat oleh pengembang untuk keamanan, prestige dan citra social bagi penghuninya. Pada kenyataannya batas tersebut direspon dan dipersepsikan secara bervariasi oleh masyarakat di dalam maupun di luar komunitas berpagar tersebut. Untuk itu penilitian ini bertujuan untuk mendapatkan bagaimana persepsi dan respon masyarakat (di luar dan di dalam perumahan sekitar batas terhadap desain batas yang sudah dibuat oleh pengembang.) terhadap dinding batas perumahan. Respon didapat dari observasi secara berkala sementara persepsi didapat melalui wawancara terstruktur. Variabel yang dijadikan acuan dalam menanyakan persepsi kepada masyarakat diantaranya visual, keamanan, prestise, dan gaya hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat di luar perumahan tidak terlalu bermasalah dengan aspek visual dan keamanan. Mereka justru merasa keberadaan dinding batas dapat menyebabkan perbedaan tingkat sosial (Prestise) dan mempengaruhi interaksi sosial & ekonomi Sementara masyarakat di dalam perumahan merasa, dinding batas terlalu tinggi tetapi dapat memberikan rasa aman. Mereka tidak setuju jika dinding batas dikatakan sebagai “pembeda” baik pada tingkat sosial (Prestise) ataupun interaksi sosial & ekonomi (Gaya hidup).

Kata-kunci : batas perumahan berpagar, persepsi, respon, masyarakat

Halaman E 185-192
Download PDF :
IPLBI2016-E-185-192-Persepsi Dan Respon Masyarakat Terhadap Desain Batas Perumahan Berpagar-0