Perkembangan Node Persinggahan Transportasi pada Sumbu Pengembangan

by

Eko Budi Santoso*

*Fakultas Manajemen Pemerintahan, Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN)

Abstrak

Perkembangan koridor sebagai fenomena alami maupun sebagai strategi pembangunan telah banyak terjadi sejak era Romawi kuno sampai era modern. Salah satunya adalah tumbuhnya node persinggahan transportasi secara alami menjadi pusat permukiman yang kemudian berkembang menjadi kota. Fenomena tersebut tidak terjelaskan secara memadai dalam khasanah teori yang ada. Teori terdekat yang menjelaskan tentang perkembangan node pada sumbu pengembangan adalah teori Development Axes yang dinyatakan pertama oleh Pottier (1963) yang kemudian diulas kembali oleh Hilhorst (1972), Richardson dan Nijkamp. Namun teori tersebut juga tidak dapat memberikan penjelasan bagaimana suatu node persinggahan transportasi pada sumbu pengembangan tumbuh menjadi pusat permukiman yang lebih besar. Paper ini bertujuan untuk memberikan penjelasan mengenai perkembangan node persinggahan transportasi menjadi pusat permukiman yang lebih besar. Metode penelitiannya eksplanatif, dengan pengumpulan data kualitatif melalui wawancara mendalam retrospektif, observasi, dan dokumentasi. Temuannya adalah bahwa node persinggahan transportasi pada sumbu pengembangan dapat tumbuh menjadi pusat permukiman yang lebih besar melalui 5 tahapan.

Kata-kunci : node persinggahan transportasi, perkembangan koridor, proses pertumbuhan, sumbu pengembangan, teori pertumbuhan

Halaman 105-108
Download PDF:
TI2012-07-p105-108 – Perkembangan Node Persinggahan Transportasi pada Sumbu Pengembangan