Arman Faslih1, La Ode Abdul Rachmad Sabdin Andisiri2, Mappa Nashrun

1,2 D3 Arsitektur, Sekolah Pendidikan Vokasi, Universitas Halu Oleo
3 D3 Arsitektur, Sekolah Pendidikan Vokasi, Universitas Halu Oleo

Email korespondensi: kasilampe@yahoo.co.id

https://doi.org/10.32315/ti.6.f031

Abstrak

Penelitian ini bertujuan (1) mendokumentasikan kondisi keruangan perdesaan, infrastruktur pertanian, dan lingkungan di Kecamatan Kabawo (2) dampak keruangan yang ditimbulkan oleh pola pertanian berpindah (3) mengetahui kebutuhan pembangunan dan model kawasan binaan. Penelitian ini diselenggarakan di Kecamatan Kabawo Kabupaten Muna sebagai lokasi potensial pengembangan kawasan aglomerasi pertanian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dan aspek-aspek yang dianalisis yaitu (1) pola bertani, jenis infrastruktur, dan hubungannya dengan konservasi lingkungan perdesaan (2) struktur keruangan perdesaan. Penelitian ini menemukan tiga temuan yakni (1) kondisi infrastruktur pertanian dan lingkungan seperti jalan usaha tani yang tidak berdaya guna dan berhasil guna, penggundulan hutan akibat pola pertanian berpidah (2) mengetahui potensi dan prospek pengembangan pertanian di Kecamatan Kabawo yang mempunyai jumlah rumah tangga usaha pertanian terbanyak, di Kabupaten Muna yaitu 2.405 rumah tangga dengan luas lahan pertanian 5.400 hektar (3) rumusan model kawasan binaan aglomerasi pertanian terpadu sebagai solusi spasional untuk membangun perdesaan melaui sektor primer.

Kata-kunci : Perencanaan, Perdesaan, Terpadu, Sultra

Temu Ilmiah Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 6.
F 031-040