Perencanaan Infrastruktur Kawasan Metropolitan Mamminasata Studi Kasus: Jalan Aroepala, Makassar

by

Widian Fitrawulan Darwis*, Isfa Sastrawati**

*Prodi Pengembangan Wilayah dan Kota, Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin
**Laboratoratorium Perencanaan dan Perancangan Wilayah, Pariwisata dan Mitigasi Bencana, Prodi Pengembangan Wilayah dan Kota, Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin

Abstrak

Kawasan Jalan Aroepala Makassar sangat potensial sehingga banyak dilirik oleh para investor maupun masyarakat untuk membangun hunian dan bermukim di kawasan tersebut. Semakin banyak penduduk yang menghuni kawasan jalan Aroepala, berdampak pada tingginya kebutuhan akan infrastruktur: jalan, air bersih, persampahan, drainase dan listrik. Tulisan ini mengidentifikasi dan memprediksi kebutuhan infrastruktur 20 tahun mendatang di kawasan tersebut, dengan mengguna-kan standardisasi NSPM dan kemudian hasil perhitungan dikomparasi dengan infrastruktur yang ada di lokasi pengamatan. Temuannya yaitu: (1) jaringan jalan sekitar 0,31 dan 0,67 masih dibawah standar perkotaan yaitu 0,75; (2) Kebutuhan air bersih adalah sekitar 25.271.330 liter/hari di tahun 2011 dan pada tahun 2031 air bersih yang dibutuhkan sekitar 30.676.830 liter/hari (3) Persampahan: timbulan sampah perhari sebesar 46.552,45 kg/hari dengan 70% pewadahan dan pengumpulan belum terpenuhi, 20 tahun mendatang akan meningkat menjadi 56.516,25 kg/hari; (4) Analisis drainase: jumlah air buangan akan meningkat sebesar 3.783.850 L/hari dari keadaan awal dengan menggunakan asumsi 70% dari pemakaian air bersih adalah air kotor; dan (5) Kebutuhan listrik di kawasan ini akan mengalami peningkatan sebesar 12.810.600 VA dengan asumsi setiap orang membutuhkan minimum 450 VA.

Kata-kunci: Infrastruktur, kebutuhan, ketersediaan, perencanaan

Halaman 43-48
Download PDF:
TI2013 07 p043-048 Perencanaan Infrastruktur Kawasan Metropolitan Mamminasata