Peraturan Keselamatan Kebakaran Berbasis Kinerja: Persyaratan Implementasi

by

Lily Tambunan*

*Kelompok Keahlian Teknologi Bangunan, Program Studi Arsitektur, Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) ITB

Abstrak

Terjadinya pergeseran pendekatan dalam peraturan dan standar keselamatan kebakaran bangunan dari yang berbasis preskriptif (prescriptive-based) ke yang berbasis kinerja (performance-based) karena pendekatan berbasis kinerja dianggap lebih fleksibel dan hemat biaya. Indonesia telah mulai menerapkan pendekatan berbasis kinerja dalam peraturan keselamatan kebakaran sejak satu dekade lalu, namun hingga saat ini keunggulan dan kemudahan yang ditawarkan oleh pendekatan tersebut belum dimanfaatkan secara luas.  Makalah ini merupakan bagian dari penelitian untuk mengetahui faktor-faktor kendala implementasi peraturan berbasis kinerja di Indonesia. Studi awal dilakukan untuk mendiskusikan dan merumuskan faktor-faktor yang harus dipenuhi dalam  implementasi peraturan berbasis kinerja. Identifikasi dilakukan melalui kajian literatur. Syarat pokok keberhasilan implementasi peraturan berbasis kinerja adalah, (1) adanya rumusan Tujuan dan Sasaran peraturan yang disepakati bersama, (2) adanya tingkat keselamatan yang mencerminkan seberapa besar risiko bahaya kebakaran yang dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat, dan (3) adanya metode yang dapat digunakan untuk mengetahui sejauhmana tingkat keselamatan yang disyaratkan telah dipenuhi.

Kata-kunci: implementasi, kendala, keselamatan kebakaran, peraturan berbasis kinerja

Halaman 97-100
Download PDF:
TI2012-06-p097-100 – Peraturan Keselamatan Kebakaran Berbasis Kinerja Persyaratan Implementasi