Perancangan Pasar Kebon Kembang, Bogor, dengan Prinsip Konektivitas, Interaksi Sosial dan Lokalitas

by

Sikkharini Cintantyadwisthi1, Agus S. Ekomadyo2, Binar T. Cesarin3

1 Mahasiswa Program Studi Sarjana Arsitektur, Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK), Institut Teknologi Bandung
2 Staf Pengajar Progam Studi Arsitektur, Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK), Institut Teknologi Bandung
3 Mahasiswa Progam Studi Magister Rancang Kota, Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK), Institut Teknologi Bandung

https://doi.org/10.32315/ti.6.d111

Abstrak

Pertimbangan dalam perancangan bangunan dan kawasan umumnya berfokus pada aspek tangible dan menomorduakan aspek intangible. Pasar Kebon Kembang sebagai bagian dari suatu kawasan bersejarah multifungsi kini mulai kehilangan karakternya sebagai kawasan terintegrasi sebagai akibat dari hal tersebut. Perancangan Pasar Kebon Kembang harus dapat mengembalikan integrasi kawasan dalam aspek akses, sosial dan sejarah. Rancangan mengangkat tiga prinsip sebagai kriteria perancangan yaitu konektivitas, interaksi sosial dan lokalitas. Konektivitas menjadikan pasar bagian dari sebuah kawasan yang terhubung baik secara fungsi maupun akses. Interaksi sosial didasarkan pada kebutuhan ruang terbuka publik untuk mewadahi kegiatan masyarakat lokal. Sementara itu, lokalitas merupakan respon terhadap karakter kawasan sebagai kawasan bersejarah dan keberadaan Stasiun Bogor.

Kata kunci: Pasar, Bogor, konektivitas, interaksi sosial, lokalitas

Temu Ilmiah Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 6, D 111-117
Download PDF