Perancangan Lanskap Koridor Sungai Pute di Kawasan Karst Rammang-Rammang sebagai Kawasan Geowisata

by

Ira Prayuni R.A

Program Studi Magister Arsitektur Lanskap, Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK), ITB.

Abstrak

Kawasan Karst Rammang-rammang berada dalam zona pengembangan ekonomi Kabupaten Maros yang identik dengan potensi eksploitasi hasil pertambangan. Pemanfaatan kawasan karst sebagai area pertambangan akan menyisakan kawasan yang rusak dan tidak dapat dimanfaatkan lagi. Padahal kawasan karst juga memiliki nilai-nilai ekonomi non-tambang, seperti kekayaan fenomena alam, keanekaragaman geologi, keanekaragaman hayati, dan keanekaragaman budaya. Jika dikembangkan sebagai jasa lingkungan, maka seluruh nilai ekonomi non-tambang tersebut akan tetap ada dan berkelanjutan. Salah satu unsur penting dalam perancangan lanskap kawasan karst sebagai kawasan geowisata adalah mengidentifikasi objek dan fenomena geologi sebagai daya tarik wisata. Untuk melakukan klasifikasi dan mendapatkan signifikansi objek geologi tersebut dibutuhkan analisis deduktif geologi dan analisis deskriptif kualitas visual lanskap. Dari hasil analisis tersebut dihasilkan konsep pengembangan jalur geowisata dan fasilitas yang dibutuhkan berdasarkan jenis wisatawan yang akan berkunjung dengan meminimalkan intervensi pada lanskap alami Kawasan Karst Rammang-rammang.

Kata-kunci: analisis deduktif geologi, analisis kualitas visual, geowisata, konsep intervensi minimum, Sungai Pute.

Halaman 7-14
Download PDF:
TI2013 03 p007-014 Perancangan Lanskap Koridor Sungai Pute