Peranan Wujud Sosial Ekonomi pada Akulturasi Arsitektur Tradisional Makassar dalam Pengembangan Rumah Tinggal Pengelolah Batu Bata di Kab. Gowa Sulawesi Selatan

by

Imriyanti (1), Shirly Wunas (2), Mimi Arifin (2)

(1) Mahasiswa Pascasarjana, Prodi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin.
(2) Labo.Perumahan dan Permukiman, Program Studi Pengembangan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin.

Abstrak

Gencarnya pembangunan menyebabkan perubahan diberbagai bidang, begitupun yang terjadi pada kebudayaan suatu daerah baik diperkotaan maupun diperdesaan. Kebudayaan suatu daerah diketa-hui dari arsitektur tradisional dalam bentuk rumah. Rumah tradisional Makassar diketahui dari bentuk rumah panggungnya, tetapi bentuk tersebut berubah didasarkan pada peningkatan penghasilan penghuninya. Pengembangan rumah mengarah pada akulturasi budaya. Akulturasi adalah perpa-duan satu budaya dengan budaya lainnya dan tetap mempertahankan budaya asli daerah setempat. Pengembangan bentuk rumah terjadi sehingga permasalahannya adalah bagaimana peranan wujud social ekonomi pada pengembangan rumah tinggal di wilayah pengelolah batu bata. Penelitian ini bertujuan menganalisis peranan social-ekonomi masyarakatnya dalam pengembangan rumah. Pene-litian ini deskriptif eksploratif dan interpretative. Wujud social ekonomi berperan dalam pengemba-ngannya yaitu bentuk rumah berubah, material bangunan, pola ruang rumah bertambah. Unsur budaya local tetap dipertahankan (timba sila, sambulayang, possi balla dan penempatan ruang privat). Unsur budaya asing mempengaruhi pengembangan rumah disesuaikan dengan kebutuhan penghuninya di wilayah permukiman pengelolah batu bata Kabupaten Gowa.

Kata-kunci : akulturasi, arsitektur tradisional makassar, eksploratif dan interpretative, rumah tinggal, wujud sosial ekonomi

Halaman I 109-116
Download PDF :
IPLBI2016-I-109-116-Peranan Wujud Sosial Ekonomi pada Akulturasi Arsitektur Tradisional Makassar dalam Pengembangan Rumah Tinggal