Peran Citra Visual terhadap Daya Tarik Kawasan Wisata Malioboro

by

Agus S. Sadana

Jurusan Arsitektur, Universitas Pancasila.

Abstrak

Malioboro adalah koridor kota yang sekaligus menjadi kawasan wisata. Citra kawasan wisata dapat terbentuk oleh aspek-aspek eksistensi dan karakteristik lingkungan, ekspresi budaya, dan artefak yang terlihat oleh pengunjung. Secara visual, aspek-aspek tersebut akan dipersepsikan dan mempengaruhi gambaran mental yang dirasakan oleh pengamat. Diketahuinya kinerja ketiga aspek tersebut dapat dimanfaatkan dalam rangka mengembangkan koridor malioboro sebagai kawasan wisata. Selanjutnya gambaran mental tersebut akan mempengaruhi citra yang dihasilkan oleh koridor malioboro sebagai kawasan wisata. Pengumpulan data menggunakan metode diferensial semantik dan membandingkan prioritas objek yang lebih disukai dipergunakan untuk menggali pendapat responden. Hasilnya menunjukkan bahwa aspek ekspresi budaya dan artefak yang cenderung mengarah kepada aktivitas, kebidupan, dan kekayaan budaya merupakan aspek yang memiliki peran lebih utama dalam pembentukan citra kawasan wisata. Adapun karakteristik lingkungan lebih kecil perannya. Selain itu, dapat diketahui bahwa wisatawan kurang menyukai objek yang pada dengan kerumunan manusia.

Kata-kunci : koridor, kota, persepsi, visual, wisata

Halaman D 001-006
Download PDF :
iplbi2016-d-001-006-peran-citra-visual-terhadap-daya-tarik-kawasan-wisata-malioboro