Penjelajahan Pengalaman Ruang berdasarkan Basis Filosofis dan Epistimologi Intuisionisme dan Pragmatisisme

by

Akhyar Maulidan(1), Susilo Kusdiwanggo(2)

(1) Mahasiswa Program Sarjana, Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Bina Nusantara.
(2) Laboratorium Teori Arsitektur, Jurusan Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Bina Nusantara.

Abstrak

Pengalaman ruang memegang peran penting dalam desain. Pengalaman ruang bersifat individua-listik. Setiap individu memiliki pengalaman ruang yang berbeda sebagai jejak kognisi yang me-ngendap pada setiap orang. Jejak kognisi tersebut bersifat laten atau bawah sadar yang suatu saat bisa dibangkitkan. Desain sering diasumsikan sebagai kemampuan intuitif dan pragmatis tanpa pijakan kokoh dan tanpa ada sumbangan pengetahuan. Perkembangan pengetahuan sekarang ini telah memasukkan desain menjadi satu disiplin dan budaya baru sebagai artikulasi dari dua kebudayaan seni dan sains yang telah hadir sebelumnya. Penelitian ini bertujuan mengupas pe-ngalaman ruang arsitektur yang berpijak pada jejak memori Banda Neira, sebagai sarana literasi dengan mengkolaborasi dua basis filosofis dan epistimologis, yaitu intuisionisme dan pragmatisisme serta mengelaborasinya dalam kasus desain museum sebagai sarana eksporasi melalui berbagai alternatif desain. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) perlu hadirnya tema universal sebagai jembatan yang menghubungkan kedua basis filosofis dan epistimologis; (2) dalam strategi desain intuitif, dibutuhkan emosi subjek yang jujur dan kreativitas yang spontan; dan (3) dalam strategi desain pragmatik, terbuka segala kemungkinan sehingga eksplorasi desain tidak akan pernah berhenti (open ended).

Kata-kunci : intuisionisme, kognisi, pengalaman ruang, pragmatisisme, spontanitas

Halaman I 105-108
Download PDF :
IPLBI2016-I-105-108-Penjelajahan Pengalaman Ruang Berdasarkan Basis Filosofis dan Epistimologi Intuisionisme dan Pragmatisisme