Penggunaan Petungan dalam Pembangunan Rumah Tinggal Masa Kini sebagai Aspek Tangible-Intangible Kebudayaan Masyarakat Pati Modern

by

Sri Yuwanti

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata (STIEPARI), Semarang.

Abstrak

Arsitektur rumah tinggal, tradisional maupun modern, merupakan bentuk tangible-intangible kebu-dayaan yang menyangkut semua aspek kehidupan manusia, karena rumah tinggal merupakan tempat manusia menggunakan seluruh budi dan dayanya untuk melanjutkan kehidupannya. Dalam proses membangun rumah tinggal masa kini, penghuni rumah akan menyesuaikan dengan kebu-tuhan sosial ekonomi keluarganya. Beberapa aspek budaya akan banyak dgunakani, sebagai lokal genius, untuk mengatasi persoalan yang muncul dalam pembangunan rumah tinggali. Salah satu dari aspek budaya masyarakat Jawa adalah penggunaan petungan dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk dalam proses pembangunan rumah tinggal, yang saat ini sudah dirasionalkan dengan alasan yang masuk akal (lihat Satwiko, 2004; Priyotomo,2006) Petungan untuk rumah adalah konsep perancangan rumah oleh pembangun rumah yang meyakini bahwa apa yang akan dilakukan merupakan langkah untuk menangkal bahaya, meningkatkan rejeki, dan menyejahterakan seluruh anggota keluarga seisi rumah. Petungan dapat dijadikan pedoman bagi perancangan pembangunan rumah atau bangunan lainnya di masa kini.. Tulisan ini merupakan hasil penelitian yang mempelajari hubungan arsitektur rumah tinggal dengan kebudayaan lokal. Unit penelitian adalah beberapa bangunan rumah tinggal lama dan baru yang diperkirakan dibangun dengan memanfaatkan cara pemikiran tradisional, dengan lokasi di Pati, Jawa Tengah. Pendekatan penelitian secara kualitatif dengan studi phenomenology dan penjelasannya secara deskriftip. Teknik pencarian data melalui observasi lapangan dan wawancara mendalam. Analisis dilakukan untuk memahami makna penggu-naan pemikiran tradisional dalam konteks masa kini, Tujuan penulisan untuk menjelaskan apakah masyarakat modern masih menggunakan petungan pada proses pembangunan rumah tingganyal. Pemikiran masyarakat ini dianggap perlu diteliti mengingat Pati adalah pusat paranormal dan petu-ngan seharusnya menjadi hal yang penting.. Hasil penelitian terkait penggunaan petungan baik se-cara benda wujud/tangible, maupun intangible dalam arti tindakan budaya, ternyata tidak lagi diperhatikan oleh masyarakat Pati modern. Meskipun demikian, dari pola penataan ruang, bentuk dan cara meletakkan rumah dan bagian-bagiannya, sampai pada ornamen rumah tradisional, baik rumah model maupun rumah lama yang masih ada ditemukan adanya keseragaman pola pemba-ngunan rumah. Beberapa variasi bahan dan ornamen yang ada terutama disebabkan oleh posisi sosial atau ekonomi pemilik awalnya. Hal ini membuktikan bahwa masyarakat Pati masa lalu mempergunakan petungan dalam membangun rumahnya.. Tidak diketahui apakah petungan di Pati berbeda dengan pola Jawa selatan, karena tidak didapatkan informasi tentang hal tersebut di lapangan. Perubahan tradisi membangun rumah yang terjadi setelah tahun 50 – 60 an terutama di kawasan perkotaan, bersamaan dengan masuk dan merebaknya trend rumah modern, sejalan de-ngan perkembangan ekonomi perkotaan, perubahan komposisi kependudukan, dan perkembangan teknologi serta inovasi bahan bangunan baru.

Kata-kunci : petungan, rumah, kebudayaan, pati, modern

Halaman I 095-104
Download PDF :
IPLBI2016-I-095-104-Penggunaan Petungan dalam Pembangunan Rumah Tangga Masa Kini