Pengetahuan Lokal Berbasis Mitigasi Bencana pada Pembentukan Permukiman Orang Bajo di Perairan Sulawesi Tengah

by

Ahda Mulyati1, Muhammad Najib2, Nur Rahmanina Burhany3

Lab Perancangan Arsitektur/Perancangan Arsitektur/Arsitektur Permukiman, Program Studi Arsitektur/Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Tadulako.
2 Lab. Permukiman dan Kota/Perencanaan Wilayah dan Kota/Rancang Kota, Program Studi PWK/Jurusan Teknik Arsitektur,    Fakultas Teknik, Universitas Tadulako.
Lab. Teori dan Model/Perancangan dan Teori Arsitektur/Teori Arsitektur, Program Studi Arsitektur/Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Tadulako.
Korespondensi: ahdamulyati@gmail.com

https://doi.org/10.32315/ti.6.g063

Abstrak

Permukiman perairan merupakan kawasan terbanyak di Sulawesi Tengah, sebagian besar dihuni oleh suku Bajo, tidak saja menempati wilayah pesisir tetapi juga tersebar di pulau-pulau kecil. Mereka mempunyai potensi kehidupan budaya dalam menghadapi bencana alam. Pembentukan permukimannya menggunakan pengetahuan lokal sehingga mampu bertahan menjalani kehidupannya, dapat memprediksi dan melakukan mitigasi bencana di lingkungannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-fenomenologi, mulai dari pengumpulan data hingga mendapatkan temuan, dirumuskan secara deskriptif, yaitu adanya pengetahuan lokal masyarakat berbasis mitigasi bencana pada pembentukan permukimannya. Permukiman dibentuk secara alamiah sejak mereka bermukim. Berbagai faktor berkaitan dengan lingkungan dipertimbangkan dalam memilih lokasi, terutama terhadap bencana alam yang setiap saat terjadi. Oleh sebab itu morfologi permukiman yang terbentuk  dapat mengatasi bencana Konsepsi ruang, pemilihan tempat bermukim, teknologi membangun suku Bajo yang mentradisi telah teruji mampu ‘mengatasi’ masalah bencana pada lingkungannya. Perencanaan tata ruang dan model permukiman pesisir Orang Bajo berbasis kearifan lokal (local wisdom) merupakan salah satu upaya mitigasi kebencanaan.

Kata-kunci : pengetahuan, lokal, mitigasi, permukiman, perairan

Temu Ilmiah Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 6, G 063-070
Download PDF