Pengembangan RTH Kota Berbasis Infrastruktur Hijau dan Tata Ruang

by

Studi Kasus: Kota Manado

 Ingerid L. Moniaga(1), Esli D. Takumansang(2)

(1)Laboratorium Bentang Alam, Arsitektur Lanskap, Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik   Universitas Sam Ratulangi.
(2)Laboratorium Tata Ruang, Perencanaan Wilayah, Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi.

Abstrak

Pengembangan RTH kota yang berbasis infrastruktur hijau (infrastruktur ekologis) harus terpadu dengan RTH sebagai komponen utama pembentuk ruang. Kota Manado merupakan kota yang memiliki sumberdaya alam yang sangat indah dengan bentang alam yang topografikal yakni berbukit, bergunung, dan berombak-ombak. Karakteristik kota  yang alami seperti ini membutuhkan peren-canaan tata ruang yang berbasis ekologis dan berkelanjutan. Kawasaan perbukitan yang berfungsi lindung tangkapan air (catchment area) seharusnya merupakan kawasan yang dalam perencanaan dan pengendalian ruang Kota Manado difungsikan sebagai ruang terbuka hijau (RTH). Daerah-daerah yang sensitif terhadap perubahan harusnya dipreservasi atau dikonservasi sebagai infrastruktur hijau sehingga paradigma bahwa RTH bukanlah ruang-ruang sisa diantara ruang-ruang terbangun melainkan RTH merupakan unsur utama dalam tata ruang Kota.  Tujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasi RTH pada kawasan perbukitan di Kota Manado dengan variabel analisis yakni kelerengan, topografi, jenis tanah, dan curah hujan, untuk menghasilkan penataan terintegrasi RTH dan Tata Ruang berdasarkan karakteristik wilayah Kota Manado. Metodologi penelitian ini dilakukan dengan metode analisis spasial yang menggunakan perangkat lunak ArcGIS 10.0 dan global mapper.

Kata-kunci : RTH, infrastruktur hijau, tata ruang

Halaman A 027-032
Download PDF :
TI2015-A-027-032-Pengembangan RTH Kota Berbasis Infrastruktur Hijau dan Tata Ruang