Pengembangan Kawasan Waduk Pusong sebagai Destinasi Wisata Kota dengan Pendekatan Waterfront City Concept

by

Nova Purnama Lisa1, Dwi Adella Sagitha2, Deassy Siska 3, Zuraihan4

1,2,3Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Malikussaleh
4Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas AL Muslim
Email korespondensi: novapurnamalisa@gmail.com  

https://doi.org/10.32315/ti.8.d067

Abstrak

Objek wisata di kota Lhokseumawe sangat minim sekali kawasan untuk dapat dikunjungi oleh masyarakat ataupun wisatawan. daerah ini tidak memiliki objek wisata beragam, saat ini masih terhitung 5 – 8 destinasi saja selebihnya masyarakat hanya memanfaatkan pinggiran pantai sebagai objek kuliner. Melihat potensi dikawasan waduk pusong yang  seharusnya bisa dikembangkan maka dilakukan perancangan Kawasan Wisata Waduk Pusong dengan mengembangkan kawasan dari lahan basah menjadi destinasi wisata tepian air dan memberikan fasilitas untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Maka dengan adanya perancangan destinasi ini penduduk dapat memanfaatkannya sebagai tambahan mata pencarian. Maka apabila dilakukan penataan yang baik  dan memperhatikan potensi-potensi sekitar kawasan agar dikembangkan dengan optimal. Dengan aktifitas utama pengunjung waduk pusong seperti kuliner dan berolahraga maka konsep yang diterapkan sesuai dengan aktifitas yang ada sebelumnya kemudian diberikan fasilitas tambahan agar menghidupkan suasana kawasan waduk pusong sehingga tidak dijadikan kegiatan negatif untuk para pengunjung.

Kata-kunci : Wisata, Destinasi, waduk pusong, potensi kawasan, perancangan.

Temu Ilmiah Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 8, D 067-076
Download PDF