Pengembangan Kawasan Tangga Buntung sebagai Creative Cluster Industry di Kawasan Wisata Tepian Ilir Sungai Musi Palembang

by

Rizka Drastiani

Program Studi Magiter Design Kawasan Binaan, Teknik Arsitektur dan Perencanaan Universitas Gadjah Mada.

Abstrak

Perkembangan kota kreatif akibat adanya intervensi terhadap kota – kota yang ada diseluruh dunia, mendorong setiap kota untuk berkompetisi menjadi kota yang disukai oleh media, aktivitas kreatif dan pariwisata, salah satunya kota Palembang yang memiliki potensi sebagai kota kreatif, dengan salah satu sektor penunjang ekonomi kreatif di bidang kerajinan berupa industri kreatif kerajinan tenun songket yang berlokasi di kawasan Tangga buntung kelurahan 30 – 32 ilir Palembang. Kawasan yang telah di tetapkan sebagai sentra industri kerajinan songket telah ada sekitar 10 tahun terakhir, terbagi menjadi 3 sub kawasan yaitu kawasan Ki Rangga Wirasantika, kawasan Ki Gede Ing Suro dan kawasan dekat tepian sungai Musi yang merupakan kawasan urban heritage waterfront. Tetapi kondisi ke-3 sub kawasan memiliki kualitas spasial dan rasa dari sebuah tempat yang kurang menunjang sebagai kawasan tujuan wisata. Padahal dengan adanya potensi sentra industrikerajinan dan potensi arsitektur tradisional yang masih cukup banyak di jumpai pada kawasan ini, di harapakan dapat dikembangkan menjadi sebuah kawasan klaster industri kreatif budaya dengan potensi urban heritage waterfrontagar dapat meningkatkan value pariwisata sehingga memberikan dampak yang baik bagi perekonomian, peningkatan dan pelestarian kebudayaan, arsitektur, kualitas lingkungan tepian air dan kualitas individu kreatif baik yang ada untuk masyarakat setempat maupun kota Palembang sehingga potensi yang di miliki dapat di jadikan sebuah modal dasar dalam mentranformasikan kota Palembang menjadi kota kreatif di luar pulau Jawa. Proses penelitian ini diawali dengan membahas mengenai 11 elemen karakteristik klaster industri kreatif dan 9 elemen karakteristik urban heritage waterfront yang ada di dalam ke-3 sub kawasan dengan menggunakan metode penelitian deduktif kualitatif, untuk membahas mengenai penilaian guna menemukan tolak ukur kesuksesan sebuah klaster industri kreatif yang terdapat di kawasan Tangga Buntung, dengan menggunakan metode penelitian deduktif kuantitatif. Hasil dari integrasi kedua variabel tersebut diperoleh 7 elemen karakteristik kesuksesan klaster industri kreatif di kawasan tepian ilir sungai Musi dan penilaian masing – masing variabel tersebut kemudian diolah untuk mendapatkan kesimpulan penelitian berupa konsep perancangan yang relevan untuk diterapkan pada pengembangan Tangga buntung sebagai klaster industri kreatif yang ada di kawasan wisata tepian ilir sungai Musi melalui pendekatan teori placemaking dan dapat pula menjadi prototipe pengembangan klaster industri kreatif yang ada di kota lain di Indonesia.

Kata-kunci: kota, kreatif,industri, kawasan,pariwisata, waterfront

Halaman 23-28
Download PDF:
TI2014 B p023-028 Pengembangan Kawasan Tangga Buntung sebagai Creative Cluster Industry di Kawasan Wisata Tepian Ilir Sungai Musi Palembang