Pengembangan Industri Rumah Sederhana Prafabrikasi, Belajar dari Kearifan Lokal

by

Dewi Larasati Z. R.(1), Anjar Primasetra(1), Firman Fadhly A. R.(2)

(1)Green Building Research Center, Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan, Institut Teknologi Bandung.
(2)Department of Architecture, Institut Teknologi dan Sain Bandung (ITSB).

Abstrak

Sebagai negara berkembang dengan jumlah penduduk yang sangat besar, kebutuhan rumah bagi masyarakat di Indonesia juga sangat besar. Kecepatan membangun rumah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat tidak dapat mengikuti kecepatan pertumbuhan kebutuhan. Akibat keterbatasan penyediaan ini, jumlah kekurangan hunian semakin lama semakin besar, hingga saat ini kebutuhan tersebut telah mencapai lebih dari delapan juta rumah. Metode prafabrikasi adalah salah satu pendekatan yang dapat dilakukan dalam mempercepat proses pembangunan rumah. Sebagian besar negara maju menggunakan metode prafabrikasi dalam membangun rumah bagi masyarakat, seperti halnya di Jepang dan Amerika. Pendekatan prafabrikasi sebenarnya telah dilakukan oleh manyarakat tradisional di Indonesia. Pembangunan rumah masyarakat Kampung Naga di Jawa Barat, masyarakat Minang di Sumatera Barat, serta masyarakat Toraja di Sulawesi Selatan telah menggunakan metode prafabrikasi sejak masa lampau. Rumah-rumah adat tersebut dibangun terlebih dahulu perkomponen, kemudian diinstalasi atau dirakit secara bergotong royong. Penelitian ini akan melakukan identifikasi atas kemungkinan pengembangan metode prafabrikasi di Indonesia melalui pembelanjaran dari kearifan lokal masyarakat Kampung Naga di Jawa Barat. Penelitian yang mendasari paper ini dilakukan dengan metode pengamatan pada Desa Adat dalam mencari arah pengembangan prafabrikasi lokal saat ini.

Kata-kunci : kearifan lokal, masyarakat, prafabrikasi, rumah sederhana

Halaman H 135-140
Download PDF :
IPLBI2016-H-135-140-Pengembangan Industri Rumah Sederhana Prafabrikasi, Belajar Dari Kearifan Lokal